Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, Kelompok KKN Ranum Bakti Gelar Penyuluhan Anti-Bullying
Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, Kelompok KKN Ranum Bakti Gelar Penyuluhan Anti-Bullying

Kabupaten Bogor, BERITA PPM Online – Kelompok 64 Ranum Bakti Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasirgintung 01, SDN Pasirgintung 02, dan SDN Pasirgintung 03, Desa Batu Tulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (4/8/2025) dan Jumat (15/8/2025) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua mengenai bahaya perundungan (bullying) serta membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, sepanjang tahun 2024 terdapat 2.057 pengaduan terkait kekerasan terhadap anak, termasuk kasus perundungan di sekolah. Fenomena ini menunjukkan bahwa bullying tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga di wilayah pedesaan. Hal inilah yang melatarbelakangi Kelompok Ranum Bakti untuk melakukan penyuluhan sejak dini di tingkat sekolah dasar, mengingat pada usia ini anak berada dalam tahap perkembangan sosial dan emosional yang rentan.

Sosialisasi terbagi dalam tiga sesi yang disampaikan oleh perwakilan Kelompok Ranum Bakti. Pada sesi pertama di SDN Pasirgintung 02, Gio menyampaikan materi tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menghindari perilaku mengucilkan teman, dan menumbuhkan kepedulian antar sesama. Penyuluhan dikemas secara interaktif dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan menyanyikan lagu bertema anti-bullying. Ia menekankan pesan penting kepada siswa, “Jangan jadi teman penonton, namun jadilah teman penolong.”

Pada sesi kedua di SDN Pasirgintung 03, Erlangga menjelaskan definisi bullying, jenis-jenisnya, serta dampak buruk yang ditimbulkan, baik bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Ia mengajak siswa bersama-sama menjaga suasana sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.

Sesi terakhir diisi oleh Bams yang menekankan pentingnya membangun kesadaran dan sikap positif di kalangan siswa. Ia mengingatkan bahwa pencegahan bullying bukan hanya dengan menghindari perilaku negatif, tetapi juga dengan menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Rahmah Hida Nurrizka, SKM., MKM., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN 64 Ranum Bakti, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan sosialisasi ini. “Kegiatan ini sangat penting karena memberikan edukasi langsung kepada anak-anak tentang bahaya bullying. Dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan, anak-anak jadi lebih mudah memahami pesan yang disampaikan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN. Menurutnya, mahasiswa belajar bagaimana berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu sosial yang nyata. “Saya berharap melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memahami dampak bullying, tetapi juga termotivasi untuk menjadi agen perubahan di sekolahnya masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu guru SDN Pasirgintung, Ibu Siti Mariam, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digagas mahasiswa KKN. “Kami merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Anak-anak jadi lebih terbuka dan sadar bahwa mengejek atau mengucilkan teman bukanlah hal yang sepele. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi perkembangan karakter siswa,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan energi positif bagi sekolah. Menurutnya, interaksi yang hangat antara mahasiswa dan siswa membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah diterima anak-anak.

Dengan adanya sosialisasi ini, para siswa diharapkan mampu menolak segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun non-verbal, termasuk di media sosial. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat menularkan sikap positif kepada teman sebaya, menjaga solidaritas, dan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis. Dengan suasana yang aman dan nyaman, proses pembelajaran di sekolah dasar dapat berlangsung optimal, sehingga potensi siswa berkembang tanpa rasa takut maupun tekanan. (MusAm)