Workshop Ecobrick, KKN Cakraya 246 UIN Jakarta Ajak Masyarakat Desa Caringin Kelola Sampah Plastik
Workshop Ecobrick, KKN Cakraya 246 UIN Jakarta Ajak Masyarakat Desa Caringin Kelola Sampah Plastik

Legok, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Cakraya Kelompok 246 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Workshop Ecobrick di Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memberikan edukasi sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekitar.

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama. Tingginya aktivitas masyarakat turut meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari, termasuk sampah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Melalui workshop ini, mahasiswa KKN Cakraya 246 memperkenalkan ecobrick sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah plastik yang sederhana dan dapat dilakukan oleh masyarakat.

Ecobrick merupakan metode pemanfaatan sampah plastik dengan memasukkan dan memadatkan sampah plastik yang bersih dan kering ke dalam botol plastik hingga menjadi padat. Botol yang telah terisi kemudian dapat dimanfaatkan sebagai material untuk berbagai kebutuhan, seperti pembuatan kursi, meja, pot tanaman, maupun karya kreatif lainnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai permasalahan sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan. Mahasiswa kemudian memperkenalkan konsep ecobrick, bahan yang diperlukan, serta tahapan pembuatannya kepada masyarakat.

Setelah mendapatkan penjelasan, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan ecobrick secara langsung. Sampah plastik yang telah dikumpulkan terlebih dahulu dipilah, dibersihkan, dan dikeringkan. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik dan dipadatkan secara bertahap hingga botol menjadi kokoh.

Proses praktik berlangsung secara interaktif. Mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga mendampingi masyarakat selama proses pembuatan ecobrick. Melalui praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat dimanfaatkan kembali menjadi material yang memiliki nilai guna.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebersihan, tetapi membutuhkan keterlibatan setiap individu, terutama dalam lingkungan rumah tangga.

Mahasiswa KKN Cakraya 246 berharap pengetahuan yang diberikan melalui workshop tidak berhenti pada proses pembuatan ecobrick. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan kembali sampah dalam kehidupan sehari-hari serta mengembangkan ecobrick menjadi berbagai produk atau fasilitas sederhana sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.

Bagi mahasiswa KKN Cakraya 246, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi dalam menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut terlibat dalam proses belajar dan praktik pengelolaan sampah.

Workshop Ecobrick menjadi salah satu upaya sederhana KKN Cakraya 246 dalam membangun kesadaran lingkungan di Desa Caringin. Melalui pengelolaan sampah yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, mahasiswa berharap kebiasaan tersebut dapat terus dilanjutkan masyarakat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.

Penulis: Muhammad Rahman Fadil
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-09-01 at 13.26.45 (1)