Ular Tangga Edukatif Jadi Jembatan Dakwah, Delegasi UIN Jakarta Hadirkan Pembelajaran Menyenangkan di Desa Penutuk
Ular Tangga Edukatif Jadi Jembatan Dakwah, Delegasi UIN Jakarta Hadirkan Pembelajaran Menyenangkan di Desa Penutuk

WhatsApp Image 2026-07-24 at 09.36.37 (1)

Penutuk, Bangka Belitung, BERITA PPM Online – Kreativitas mahasiswa dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Intan Sri Rahayu Rizqi, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Sebagai delegasi UIN Jakarta di Desa Penutuk, Intan menghadirkan inovasi pembelajaran melalui media permainan ular tangga bertema “Mengenal 25 Nabi dan Rasul” untuk mengenalkan kisah-kisah keteladanan kepada anak-anak.

Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Desa Penutuk ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusias. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti permainan dengan bergiliran melempar dadu dan menggerakkan bidak pada papan ular tangga yang didesain penuh warna dan ilustrasi menarik.

Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional yang mengandalkan ceramah dan hafalan, media permainan ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Setiap kotak pada papan permainan memuat potongan kisah, hikmah, maupun nilai keteladanan dari 25 Nabi dan Rasul, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain.

“Melalui permainan ini, saya ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Harapannya, kisah-kisah para Nabi dan Rasul dapat lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” ujar Intan.

Pendekatan berbasis permainan (game-based learning) dipilih karena dinilai efektif untuk menjangkau anak-anak usia dini dan sekolah dasar yang cenderung lebih mudah menyerap informasi melalui aktivitas interaktif. Dengan memadukan unsur edukasi dan rekreasi, kegiatan ini mampu menciptakan suasana belajar yang cair dan tidak membosankan.

Selama kegiatan berlangsung, Intan turut mendampingi peserta secara langsung. Ia menjelaskan kisah yang terdapat pada setiap kotak permainan serta mengajak anak-anak berdiskusi mengenai nilai-nilai yang dapat diteladani, seperti kesabaran, kejujuran, keteguhan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan integrasi keilmuan dan nilai-nilai keislaman, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus mendorong mahasiswanya untuk menghadirkan kontribusi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala TPA Desa Penutuk, Hartina, mengapresiasi penggunaan media pembelajaran kreatif dalam mengenalkan kisah para Nabi dan Rasul kepada anak-anak. Menurutnya, kisah-kisah tersebut memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan akhlak sejak usia dini.

“Dari kisah Nabi dan Rasul ini, kita bisa menanamkan akhlak kepada anak. Kita memberikan anak-anak kecintaan kepada para pendahulunya yang luar biasa,” ungkap Hartina.

Ia juga menilai bahwa media permainan seperti ular tangga menjadi pendekatan yang tepat di tengah tantangan pembelajaran pada era digital. Anak-anak, lanjutnya, cenderung menyukai aktivitas yang interaktif dan menyenangkan, sehingga metode belajar yang kreatif dapat meningkatkan minat mereka dalam memahami materi keagamaan.

“Anak-anak ini sebenarnya di manapun mereka bermain, di situ tetap belajar. Jadi mereka bermain, tapi bermakna,” tambahnya.

Hartina berharap media pembelajaran serupa dapat dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas, baik di lingkungan sekolah maupun TPA. Menurutnya, variasi metode pembelajaran penting untuk menjaga antusiasme anak-anak sekaligus memastikan nilai-nilai keislaman dapat tersampaikan dengan baik.

Melalui inovasi sederhana namun bermakna ini, Intan Sri Rahayu Rizqi membuktikan bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan yang kreatif dan dekat dengan dunia anak. Kehadiran permainan ular tangga “Mengenal 25 Nabi dan Rasul” tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi upaya menanamkan nilai-nilai keteladanan Islam yang diharapkan dapat terus melekat dalam ingatan dan kehidupan anak-anak Desa Penutuk.

Penulis: Intan Sri Rahayu Rizqi
Editor: Annisa Khafi Rabbani

WhatsApp Image 2026-07-24 at 09.36.36