Tanamkan Kebiasaan Sikat Gigi Sejak Dini, KKN Satyanala 162 UIN Jakarta Hadirkan Program Gerigi di SDN Cikereteg 03
Tanamkan Kebiasaan Sikat Gigi Sejak Dini, KKN Satyanala 162 UIN Jakarta Hadirkan Program Gerigi di SDN Cikereteg 03

Bogor, BERITA PPM Online – Kesehatan gigi dan mulut kerap luput dari perhatian, padahal kebiasaan menyikat gigi yang baik perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi pola hidup yang melekat hingga dewasa. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa KKN Satyanala 162 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggagas program Gerigi (Gerakan Rajin Menggosok Gigi) sebagai upaya mengenalkan cara menyikat gigi yang baik dan benar kepada anak-anak usia sekolah dasar.

Program tersebut lahir dari kepedulian terhadap kebiasaan anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi. Meskipun sebagian anak telah terbiasa menggosok gigi, belum tentu mereka melakukannya dengan teknik yang tepat. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang benar dapat menyebabkan masih adanya sisa makanan dan kotoran pada bagian-bagian gigi yang sulit dijangkau. Karena itu, mahasiswa KKN Satyanala 162 berinisiatif memberikan edukasi secara langsung kepada siswa melalui penyampaian materi dan praktik.

Kegiatan Gerigi dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB di SDN Cikereteg 03, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi kelas 1 dan 2 dengan didampingi beberapa guru SDN Cikereteg 03 serta mahasiswa KKN Satyanala 162.

Acara dibuka oleh Mutiyara selaku pembawa acara. Sebelum memasuki materi utama, suasana terlebih dahulu dicairkan melalui sesi tanya jawab ringan bersama anak-anak. Salah satunya dengan pertanyaan, “Siapa yang tadi pagi sudah gosok gigi?” Pertanyaan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang berlomba mengangkat tangan, sehingga suasana kegiatan menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Materi kemudian disampaikan oleh Muhammad Kamil selaku pemateri kegiatan Gerigi KKN Satyanala 162 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam pemaparannya, siswa terlebih dahulu diajak mengenal bagian-bagian gigi beserta fungsinya dalam membantu proses mengunyah makanan. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai berbagai akibat yang dapat timbul apabila kesehatan gigi tidak dijaga dengan baik, seperti gigi berlubang, bau mulut, hingga rasa nyeri yang dapat mengganggu aktivitas belajar.

Selain itu, siswa diberikan edukasi mengenai waktu yang tepat untuk menyikat gigi, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Kebiasaan tersebut penting dilakukan agar sisa makanan dan kuman tidak menumpuk di permukaan gigi.

Sesi berikutnya diisi oleh Satria Adiguna yang menjelaskan langkah-langkah menyikat gigi dengan baik dan benar menggunakan replika gigi yang telah disiapkan. Penjelasan mencakup cara memegang sikat gigi, arah gerakan menyikat pada setiap bagian gigi, hingga durasi menyikat yang dianjurkan. Anak-anak diajak memahami bahwa menyikat gigi bukan sekadar menggosok gigi secara asal, tetapi perlu dilakukan secara menyeluruh agar seluruh permukaan gigi dapat dibersihkan.

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi menggunakan replika gigi. Setiap anak diberikan kesempatan untuk mencoba gerakan menyikat sesuai dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan. Satria Adiguna bersama anggota KKN Satyanala 162 lainnya turut mendampingi dan mengarahkan siswa agar dapat melakukan gerakan dengan tepat.

Penggunaan replika gigi membantu anak-anak melihat bagian-bagian gigi yang sering kali terlewat ketika menyikat, seperti gigi geraham bagian belakang dan sela-sela gigi. Praktik secara langsung tersebut membuat materi lebih mudah dipahami dibandingkan hanya melalui penjelasan lisan. Anak-anak juga terlihat antusias mengikuti sesi praktik dan saling bergantian mencoba.

Suasana semakin aktif ketika beberapa siswa mulai saling memperhatikan dan mengoreksi gerakan menyikat gigi bersama teman-temannya. Melalui metode praktik tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai cara menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi evaluasi melalui sepuluh pertanyaan seputar cara merawat gigi dengan baik dan benar, makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi, serta materi lain yang telah disampaikan selama kegiatan. Sesi tersebut bertujuan mengukur sejauh mana siswa dapat mengingat dan memahami materi yang diberikan.

Para siswa yang mampu mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan di depan kelas dengan tepat mendapatkan hadiah berupa seperangkat sikat gigi Kodomo. Pemberian hadiah menjadi bentuk apresiasi sekaligus diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk lebih semangat menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi di rumah.

Kegiatan Gerigi ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh siswa dan mahasiswa KKN Satyanala 162. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

KKN Satyanala 162 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap program Gerigi dapat membantu menanamkan kebiasaan menyikat gigi yang baik dan benar sejak dini. Dengan pemahaman yang tepat serta kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, kesehatan gigi dan mulut anak-anak diharapkan dapat lebih terjaga sekaligus mendukung tumbuh kembang dan aktivitas belajar mereka.

Penulis: Novita Dwi Fitriani
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-08-28 at 17.16.56