Tak Sekadar Menanam, KKN Iswara 199 Dorong KWT Desa Iwul Manfaatkan Lahan untuk Pangan
Tak Sekadar Menanam, KKN Iswara 199 Dorong KWT Desa Iwul Manfaatkan Lahan untuk Pangan

WhatsApp Image 2026-08-31 at 21.49

Iwul, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Iswara 199 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Iwul memanfaatkan lahan di sekitar rumah KWT untuk menanam bibit cabai dan terong, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya sederhana dalam mendorong pemanfaatan lahan terbatas sekaligus menyediakan tanaman yang dapat menunjang kebutuhan pangan rumah tangga.

Kegiatan yang berlangsung pada sore hari tersebut diikuti oleh mahasiswa KKN Iswara 199 dan ibu-ibu anggota KWT Desa Iwul. Penanaman dilakukan menggunakan polybag serta lahan yang telah dipersiapkan di sekitar rumah KWT.

Sebelum proses penanaman dimulai, mahasiswa bersama anggota KWT menyiapkan bibit cabai dan terong serta media tanam yang diperlukan. Ketua PKK turut memberikan pupuk untuk mendukung proses penanaman. Seluruh tahapan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari menyiapkan media tanam, memasukkan bibit, memberikan pupuk, hingga menyiram tanaman.

Pemilihan cabai dan terong didasarkan pada manfaat keduanya yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kedua jenis tanaman tersebut umum digunakan dalam kebutuhan memasak sehingga hasilnya nantinya dapat dimanfaatkan oleh anggota KWT maupun masyarakat sekitar.

Salah satu anggota KWT Desa Iwul, Ida, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bercocok tanam dapat menjadi salah satu cara memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan tanaman yang berguna bagi kebutuhan rumah tangga.

“Kegiatan seperti ini bagus karena lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan sehari-hari. Cabai dan terong juga termasuk tanaman yang sering digunakan untuk memasak, jadi kalau dirawat dengan baik nantinya bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu. Selain menanam, kami juga bisa belajar bagaimana cara merawat tanaman agar tetap tumbuh,” ujar Ida.

Penggunaan polybag menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan metode tersebut, kegiatan bercocok tanam tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar rumah.

Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada proses penanaman. Perawatan menjadi bagian penting agar bibit yang telah ditanam dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat setelah kegiatan bersama mahasiswa selesai.

Salah satu mahasiswa KKN Iswara 199, Salsa Bila Moreta, mengatakan keterlibatan anggota KWT menjadi bagian penting dalam kegiatan karena program tersebut berkaitan langsung dengan potensi dan aktivitas masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi program yang dilakukan oleh mahasiswa, tetapi bisa dikerjakan bersama masyarakat. Karena itu, kami mengajak ibu-ibu KWT untuk terlibat langsung mulai dari menyiapkan media tanam sampai menanam dan menyiram bibit,” kata Moreta.

Menurut Moreta, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari selesainya proses penanaman, tetapi juga dari keberlanjutan perawatan tanaman setelah kegiatan berakhir.

“Keberhasilan kegiatan ini bukan hanya ketika bibit selesai ditanam. Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman tersebut bisa terus dirawat setelah kegiatan selesai. Karena itu, kami ingin kegiatan ini menjadi awal bagi ibu-ibu KWT untuk terus memanfaatkan lahan yang ada dan mengembangkan kegiatan bercocok tanam secara mandiri,” ujarnya.

Selama proses penanaman, mahasiswa dan anggota KWT juga saling bertukar pengetahuan mengenai bibit, media tanam, pupuk, hingga cara merawat tanaman. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi kedua pihak untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat.

Ketua KWT Desa Iwul turut menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bersama tidak hanya membantu proses penanaman, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi anggota KWT.

“Kami senang bisa melakukan kegiatan bersama mahasiswa. Bukan hanya karena dibantu menanam, tetapi kami juga bisa berbagi pengalaman. Anak-anak KKN juga bisa belajar dari ibu-ibu, dan kami juga mendapatkan pengetahuan baru dari mereka. Jadi kegiatannya terasa seperti kerja sama,” tuturnya.

Setelah seluruh bibit selesai ditanam, mahasiswa KKN Iswara 199 dan anggota KWT bersama-sama menyiram tanaman yang berada di dalam polybag dan lahan sekitar rumah KWT. Selanjutnya, tanaman tersebut menjadi tanggung jawab warga untuk dirawat melalui penyiraman dan pemeliharaan secara berkala.

Bagi Moreta, keberlanjutan merupakan salah satu ukuran penting dari kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program KKN diharapkan tidak hanya memberikan kegiatan yang selesai pada saat mahasiswa berada di desa, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat diteruskan oleh masyarakat.

“Kami berharap setelah KKN selesai, tanaman yang sudah ditanam tetap dirawat. Jadi ada sesuatu yang tertinggal dan bisa dilanjutkan oleh masyarakat, bukan hanya kegiatan yang selesai pada hari itu,” kata Moreta.

Usai proses penanaman dan penyiraman, mahasiswa KKN Iswara 199 dan ibu-ibu KWT melanjutkan kegiatan dengan makan bersama dan berbincang santai. Momen tersebut menjadi bagian dari interaksi yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN di Desa Iwul.

Kegiatan penanaman bibit cabai dan terong menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Lahan sederhana dan polybag dapat menjadi media untuk memulai kegiatan bercocok tanam yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, KKN Iswara 199 berharap tanaman yang telah ditanam dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh anggota KWT Desa Iwul. Keberlanjutan program diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara mandiri sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.

Editor: Annisa Khafi Rabbani