Siap Mengabdi untuk Negeri, 43 Mahasiswa UIN Jakarta Ikuti Wawancara KKN BKS PTN Barat dan Nusantara

BERITA PPM Online— Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan seleksi wawancara bagi calon peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) BKS PTN Barat dan KKN Nusantara Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (20/4/2026), bertempat di ruang PPM, sebagai bagian dari tahapan penting dalam menjaring mahasiswa terbaik untuk program pengabdian berskala nasional dan regional.
Sebanyak 43 mahasiswa mengikuti proses wawancara yang terbagi ke dalam dua skema program, yaitu 22 peserta untuk KKN BKS PTN Barat dan 21 peserta untuk KKN Nusantara. Seluruh peserta yang mengikuti tahapan ini merupakan mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi, sehingga wawancara menjadi tahap lanjutan untuk menggali lebih dalam kesiapan, kompetensi, serta komitmen mereka dalam mengikuti program KKN lintas wilayah tersebut.
Wawancara dilakukan oleh tim seleksi yang terdiri dari Eva Khudzaeva, M.Si. dan Kalua Fahmi, M.Hum. selaku Koordinator PPM, serta M. Ridho Ilahi, M.H. selaku Pengelola Jurnal Fajar PPM. Dalam prosesnya, para peserta diuji tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta pemahaman terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan yang relevan dengan lokasi pengabdian.
Selain sebagai tahapan seleksi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait karakteristik masing-masing program. KKN BKS PTN Barat merupakan program kolaboratif antarperguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Indonesia. Program ini menekankan pada sinergi lintas kampus dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat, khususnya di wilayah barat Indonesia, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, pendidikan, serta penguatan kelembagaan desa.
Sementara itu, KKN Nusantara merupakan program pengabdian yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk ditempatkan di lokasi yang beragam secara geografis dan kultural. Program ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, toleransi, dan semangat persatuan melalui interaksi langsung antar mahasiswa lintas daerah, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Koordinator PPM, Eva Khudzaeva, M.Si., menyampaikan bahwa seleksi wawancara ini bertujuan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dalam merepresentasikan institusi di tingkat nasional maupun antarperguruan tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar memiliki kesiapan yang komprehensif, baik dari segi keilmuan, sikap, maupun kemampuan adaptasi di lapangan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kalua Fahmi, M.Hum. menekankan pentingnya integritas dan semangat kolaborasi dalam mengikuti program KKN lintas wilayah. “Program seperti KKN BKS PTN Barat dan KKN Nusantara menuntut mahasiswa untuk mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga nilai-nilai toleransi, kepemimpinan, dan komunikasi menjadi sangat krusial,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat PPM, Ade Rina Farida, M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN. “Seleksi ini tidak hanya untuk memilih peserta terbaik, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan awal agar mahasiswa memiliki kesiapan yang matang sebelum diterjunkan ke masyarakat. Kami berharap para peserta yang lolos nantinya mampu menjadi duta UIN Jakarta yang membawa nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan dalam setiap aktivitas pengabdian,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa baik KKN BKS PTN Barat maupun KKN Nusantara memiliki nilai strategis dalam membangun jejaring nasional serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Melalui interaksi lintas budaya dan kerja kolaboratif, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran sosial yang kontekstual dan berdampak.
Melalui seleksi yang ketat dan berjenjang, mulai dari tahap administrasi hingga wawancara, PPM UIN Jakarta optimistis dapat menghasilkan peserta KKN yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi serta kemampuan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (MusAm)
