Ribuan Mahasiswa Ikuti Kick Off Metodologi Pengabdian Masyarakat, PPM UIN Jakarta Mulai Persiapan KKN Reguler 2026
Ribuan Mahasiswa Ikuti Kick Off Metodologi Pengabdian Masyarakat, PPM UIN Jakarta Mulai Persiapan KKN Reguler 2026

WhatsApp Image 2026-02-25 at 11.55.33

BERITA PPM Online — Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan Kick Off Metodologi Pengabdian Masyarakat 2026 pada Rabu (25/2/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi tahap awal rangkaian pelaksanaan KKN Reguler 2026.

Sebanyak 1.329 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 1.000 peserta melalui Zoom dan 329 peserta melalui live streaming. Antusiasme yang tinggi menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk mengikuti tahapan KKN secara serius dan terarah, terlebih kegiatan ini dilaksanakan di bulan Ramadan.

Koordinator PPM UIN Jakarta, Kaula Fahmi, M.Hum., selaku moderator, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim PPM dan mahasiswa KKN kampus yang selama ini turut membantu berbagai program pengabdian.

“Di UIN Jakarta memang terdapat berbagai skema KKN, termasuk KKN in campus. Namun KKN Reguler tetap menjadi yang terbesar. Tahun lalu jumlahnya kurang lebih 4.000 mahasiswa yang tersebar di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Tangerang Selatan. Insya Allah, tahun ini masih di wilayah yang sama untuk konsolidasi dan penguatan program,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman KKN memberikan pembelajaran yang berbeda dari perkuliahan di kelas. “Di kelas mahasiswa belajar teori, tetapi di lapangan mereka belajar realitas. Di situlah pengabdian menemukan maknanya,” ungkapnya.

Kepala PPM UIN Jakarta, Ade Rina Farida, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengabdian masyarakat harus mampu memberikan solusi dan memberdayakan masyarakat berbasis riset.

“Dalam jangka pendek, program pengabdian masyarakat diharapkan dapat memberikan solusi, memberdayakan masyarakat, serta menghadirkan pengabdian berbasis riset. Hasilnya dapat disusun dalam bentuk manuskrip yang dipublikasikan dalam buku, laporan ilmiah, maupun artikel jurnal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengabdian dan penelitian. Menurutnya, mahasiswa perlu menyusun rencana pengabdian yang terintegrasi dengan riset agar berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas akademik perguruan tinggi.

“Kegiatan ini kita harapkan menjadi pijakan atau roadmap agar ke depan pengabdian yang kita lakukan semakin efektif, sistematis, dan berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih atas semangatnya, terlebih di bulan Ramadan ini. Tetap semangat semuanya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LP2M UIN Jakarta, Prof. Amelia Fauzia, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk penguatan metodologi pengabdian masyarakat dari tahun ke tahun.

“Pengabdian masyarakat harus terhubung dengan keahlian. Agar berdampak nyata seperti yang diharapkan pimpinan dan masyarakat, maka kita harus memiliki metodologi yang kuat dan jelas. Harus ada teori dan landasan ilmiah sehingga aktivitas pengabdian benar-benar sesuai target dan memberikan hasil nyata,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pendekatan dan metodologi pengabdian terus diperkuat agar aktivitas pengabdian semakin efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam suasana Ramadan, Prof. Amelia mengingatkan bahwa bulan puasa dapat menjadi momentum penguatan diri dan niat untuk berkontribusi lebih baik.

“Ramadan bukan hanya menahan lapar, tetapi juga momentum penguatan diri, pikiran, dan niat agar menjadi lebih baik. Justru kegiatan akademik di bulan puasa sering kali terasa lebih fokus dan efektif,” pesannya.

Melalui kegiatan Kick off ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman konseptual dan teknis mengenai metodologi pengabdian masyarakat. Dengan bekal tersebut, pelaksanaan KKN Reguler 2026 diharapkan dapat berjalan lebih sistematis, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah sasaran. (MusAm-Khansa)