PPM UIN Jakarta Lakukan Konsolidasi dengan Mahasiswa KKN Internasional Malaysia 2026, Bahas Distribusi Lokasi Pengabdian
PPM UIN Jakarta Lakukan Konsolidasi dengan Mahasiswa KKN Internasional Malaysia 2026, Bahas Distribusi Lokasi Pengabdian

Gedung Rektorat, BERITA PPM Online – Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan konsolidasi bersama mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Malaysia Tahun 2026 pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan persiapan guna memastikan pelaksanaan program KKN Internasional berjalan secara optimal dan terarah.

Konsolidasi tersebut difokuskan pada pembahasan teknis terkait distribusi lokasi atau tempat pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah di Malaysia. Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah masukan, khususnya terkait pemerataan penempatan peserta, efektivitas pelaksanaan program di lapangan, serta penyesuaian kapasitas mahasiswa dengan kebutuhan mitra pengabdian di masing-masing lokasi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, PPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan penjelasan mengenai mekanisme penempatan peserta KKN Internasional. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PPM), Ade Rina Farida, M.Si., menegaskan bahwa proses distribusi lokasi telah melalui pertimbangan akademik dan kebutuhan mitra di lapangan.

“Penempatan mahasiswa dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan mitra, kapasitas kelompok, serta upaya pemerataan pengalaman pengabdian. Kami memastikan seluruh peserta mendapatkan ruang yang proporsional agar tujuan KKN Internasional dapat tercapai secara maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapus PPM juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika di lapangan. Menurutnya, KKN Internasional bukan hanya kegiatan pengabdian, tetapi juga ruang pembelajaran lintas budaya yang membutuhkan adaptasi, komunikasi, dan kedewasaan sikap.

Sementara itu, Koordinator PPM, Eva Khudzaeva, M.Si., turut menambahkan bahwa kegiatan konsolidasi ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi antara pihak PPM dan mahasiswa peserta KKN.

“Kami membuka ruang dialog agar mahasiswa dapat menyampaikan pandangan dan pertimbangan secara langsung. Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh proses persiapan berjalan transparan, komunikatif, dan kondusif,” jelasnya.

Eva juga menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara pengelola dan peserta menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di lapangan. Dengan adanya konsolidasi ini, diharapkan tidak hanya terjadi penyamaan teknis, tetapi juga penguatan komitmen bersama dalam pelaksanaan pengabdian.

Melalui kegiatan konsolidasi ini, diharapkan tercapai kesepahaman antara mahasiswa dan PPM UIN Jakarta, sehingga pelaksanaan KKN Internasional Malaysia Tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis maupun nonteknis mahasiswa sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian di Malaysia.

(MusAm-Fadhel Muhammad Rasyid)