PPM UIN Jakarta Gelar Seleksi Wawancara Peserta KKN Internasional Malaysia 2026
Gedung Rektorat, BERITA PPM Online- Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar tahap wawancara bagi calon peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Malaysia Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) di Kantor PPM UIN Jakarta dan menjadi tahapan akhir dalam rangkaian proses seleksi program KKN Internasional.
Sebanyak 34 mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas mengikuti seleksi wawancara tersebut. Para peserta berasal dari Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Dirasat Islamiyah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Adab dan Humaniora. Keberagaman latar belakang akademik ini mencerminkan antusiasme mahasiswa lintas disiplin dalam mengikuti program pengabdian bertaraf internasional.
Proses seleksi dimulai pukul 09.00 WIB dengan alur registrasi yang tertib. Mahasiswa yang telah hadir diarahkan untuk memasuki ruang wawancara secara bergantian sesuai dengan urutan kehadiran. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif, didukung oleh tim PPM yang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.
Dalam sesi wawancara, Eva Khudzaeva, M.Si., bertindak langsung sebagai pewawancara. Para kandidat diminta memaparkan berkas pendukung yang telah dilampirkan saat pendaftaran, seperti sertifikat kemampuan bahasa Inggris, Curriculum Vitae (CV), serta Motivation Letter. Wawancara difokuskan pada penggalian kesiapan mental, komitmen pengabdian, kemampuan komunikasi internasional, serta pemahaman peserta terhadap nilai-nilai pengabdian masyarakat lintas budaya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta, Ade Rina Farida, M.Si., menegaskan bahwa KKN Internasional merupakan program strategis dalam memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat peran UIN Jakarta di tingkat internasional.
“KKN Internasional ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan keilmuan, nilai-nilai keislaman, serta kepekaan sosial dalam konteks global. Melalui seleksi yang ketat, kami ingin memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar siap secara akademik, mental, dan kultural untuk menjadi duta UIN Jakarta di Malaysia,” ujar Ade Rina Farida.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pengalaman mahasiswa, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu memberi solusi, inovasi, dan pendampingan yang berdampak bagi masyarakat. Inilah esensi pengabdian yang terus kami dorong di PPM,” jelasnya.
Program KKN Internasional Malaysia ini tidak sekadar menjadi agenda mobilitas mahasiswa, tetapi juga sebagai wahana implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat lintas negara. Melalui proses seleksi yang ketat dan terukur, PPM UIN Jakarta berharap dapat menjaring mahasiswa yang visioner, adaptif, berintegritas, serta mampu berinteraksi secara efektif dalam lingkungan multikultural.
Menutup keterangannya, Ade Rina Farida, M.Si. kembali menegaskan komitmen PPM dalam memperkuat kualitas pengabdian masyarakat berbasis internasional.
“KKN Internasional adalah bagian dari ikhtiar kami membangun rekognisi global UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kami berharap para peserta terpilih dapat membawa nama baik kampus, sekaligus menjadi agen perubahan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di Malaysia,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan program KKN Internasional secara berkelanjutan, PPM UIN Jakarta terus meneguhkan perannya dalam mencetak mahasiswa yang berdaya saing global, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi, sejalan dengan visi UIN Jakarta sebagai universitas bereputasi internasional. (MusAm-Falih)
