Potensi Mendunia dari Desa Jatijajar, Mahasiswa KKN UIN Jakarta Siapkan Program Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal
Potensi Mendunia dari Desa Jatijajar, Mahasiswa KKN UIN Jakarta Siapkan Program Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

WhatsApp Image 2026-07-20 at 14.34.01

Purwokerto, BERITA PPM Online – Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik/Kolaborasi Purwokerto melaksanakan observasi lapangan dan pemetaan potensi di Desa Jatijajar sebagai langkah awal pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta menggali potensi lokal yang dapat menjadi dasar penyusunan program kerja KKN yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Observasi dilakukan dengan mengunjungi sejumlah titik usaha dan permukiman warga di Desa Jatijajar. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dan dialog bersama warga, pelaku usaha, serta perangkat desa guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Muhammad Iksan Laode selaku delegasi KKN Tematik/Kolaborasi Purwokerto mengungkapkan bahwa observasi lapangan menjadi tahapan penting dalam pelaksanaan KKN. Menurutnya, program kerja yang disusun harus berangkat dari kebutuhan dan potensi masyarakat agar dapat memberikan manfaat yang nyata.

“Dari hasil observasi ini, kami menemukan banyak potensi yang sebenarnya sudah berjalan baik di masyarakat, seperti pengolahan gamping yang pemasarannya sudah sampai ke mancanegara, serta UMKM keripik dan usaha rumahan lainnya. Ini menjadi modal besar bagi kami untuk menyusun program yang benar-benar mendukung apa yang sudah ada, bukan sekadar program seremonial,” ujarnya.

Salah satu potensi unggulan Desa Jatijajar adalah industri pengolahan batu kapur atau gamping yang telah dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat. Produk hasil pengolahan gamping tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Potensi ini menunjukkan bahwa Desa Jatijajar memiliki daya saing yang kuat dalam sektor industri pengolahan bahan tambang.

Selain itu, mahasiswa juga menemukan potensi ekonomi lainnya berupa usaha pengolahan limbah kayu menjadi bahan baku triplek yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Produk tersebut menjadi bagian dari rantai pasok industri pengolahan kayu yang memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan.

Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Desa Jatijajar memiliki sentra produksi aneka keripik yang telah dipasarkan hingga ke luar wilayah desa. Berbagai produk olahan pangan dan usaha rumahan lainnya juga terus berkembang dan berpotensi ditingkatkan melalui inovasi produk, penguatan pemasaran digital, serta pendampingan legalitas usaha.

Perangkat Desa Jatijajar menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Tematik/Kolaborasi Purwokerto dan menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dalam menggali potensi desa. Pemerintah desa menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan program melalui penyediaan data, informasi, serta pendampingan selama kegiatan pengabdian berlangsung.

Dukungan serupa turut disampaikan oleh Ketua RW setempat yang berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Desa kami punya banyak potensi, mulai dari pengolahan gamping yang sudah diekspor sampai ke luar negeri, pengolahan limbah kayu menjadi triplek, sampai UMKM keripik yang menjadi kebanggaan warga. Kami berharap program dari mahasiswa bisa benar-benar membantu warga, bukan hanya sekadar formalitas kampus,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan perangkat desa selama masa pengabdian sehingga program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan warga secara optimal.

Dari hasil observasi, mahasiswa juga menemukan bahwa sejumlah pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pengurusan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin edar produk. Salah satu pelaku usaha keripik mengungkapkan bahwa usahanya telah berjalan cukup lama dengan jangkauan pemasaran yang luas, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami prosedur perizinan usaha.

“Usaha keripik kami sudah berjalan lama dan pemasarannya juga lumayan luas, tapi soal izin usaha kami masih bingung caranya. Kalau bisa dibantu mahasiswa untuk mengurus NIB atau izin edar, itu sangat membantu supaya usaha kami bisa lebih berkembang dan dipercaya pembeli,” ungkapnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh pelaku usaha pengolahan gamping yang berharap adanya pendampingan terkait legalitas usaha agar produknya memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Iksan Laode menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat terkait legalitas usaha akan menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan program kerja KKN. Pendampingan administrasi dan advokasi kepada instansi terkait menjadi salah satu alternatif program yang dirancang untuk membantu UMKM di Desa Jatijajar memperoleh legalitas usaha yang lebih kuat.

Melalui kegiatan observasi dan pemetaan potensi ini, mahasiswa KKN Tematik/Kolaborasi Purwokerto berharap dapat menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Jatijajar.

Penulis: Muhammad Iksan Laode
Editor: Annisa Khafi Rabbani

WhatsApp Image 2026-07-20 at 14.34.00