Perkuat Tri Dharma di Level Global, PPM UIN Jakarta Tetapkan Peserta KKN Internasional Malaysia 2026
Gedung Rektorat, BERITA PPM Online- Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi menetapkan 21 mahasiswa sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Malaysia Tahun 2026. Penetapan tersebut merupakan hasil akhir dari proses seleksi berjenjang yang berlangsung ketat, mulai dari pemeriksaan kelengkapan administrasi hingga wawancara mendalam yang dilaksanakan di Kantor PPM UIN Jakarta.
Sebelumnya, sebanyak 34 mahasiswa dari berbagai fakultas mengikuti proses seleksi dan bersaing untuk memperoleh kuota terbatas tersebut. Pada tahap wawancara, para peserta diuji secara komprehensif oleh Eva Khudzaeva dan M. Ridho Ilahi dengan sejumlah indikator penilaian, antara lain penguasaan bahasa asing, rekam jejak dan portofolio dalam Curriculum Vitae (CV), serta kualitas gagasan pengabdian yang tertuang dalam Motivation Letter.
Dalam proses evaluasi, PPM menekankan bahwa peserta yang dipilih tidak hanya dinilai dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kesiapan mental, kemandirian finansial, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional. Aspek-aspek tersebut dinilai krusial untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN di luar negeri.
Setelah pengumuman kelulusan yang disampaikan pada Selasa (21/1/2026), 21 mahasiswa terpilih langsung mengikuti pengarahan awal. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun kebersamaan antarpeserta, menyatukan pemahaman mengenai tujuan program, serta memetakan berbagai persiapan yang harus dilakukan menjelang keberangkatan.
Pada kesempatan tersebut, Muslikh selaku pembimbing teknis KKN Internasional Malaysia menyampaikan arahan menyeluruh terkait aspek administratif dan teknis pelaksanaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pengurusan paspor menjadi prioritas utama yang harus segera diselesaikan oleh seluruh peserta.
Menurutnya, kelengkapan dan keabsahan dokumen perjalanan merupakan faktor krusial yang tidak boleh diabaikan agar proses keberangkatan dan aktivitas di luar negeri dapat berjalan lancar tanpa hambatan keimigrasian.
Selain itu, pembentukan struktur organisasi kelompok juga menjadi fokus pembahasan. Muslikh mengarahkan para delegasi untuk segera membagi peran dan tanggung jawab secara profesional serta membangun kerja sama tim yang solid. Ia menilai, koordinasi yang efektif melalui media komunikasi digital seperti grup WhatsApp menjadi sarana penting dalam menjaga kelancaran komunikasi selama persiapan hingga pelaksanaan program.
Lebih jauh, para peserta juga didorong untuk aktif berdiskusi dan berbagi informasi dengan mahasiswa yang pernah mengikuti KKN Internasional pada tahun-tahun sebelumnya. Pengalaman para senior dinilai dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan budaya maupun kendala teknis selama menjalankan pengabdian di Malaysia.
Program KKN Internasional ini merupakan bagian dari komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di ranah global. Melalui keterlibatan 21 mahasiswa terpilih, diharapkan tercipta berbagai inovasi pengabdian yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mengharumkan nama UIN Jakarta di tingkat internasional.
PPM UIN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan dalam setiap tahapan persiapan. Dengan demikian, para mahasiswa diharapkan benar-benar siap tampil sebagai agen perubahan yang visioner, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas di Malaysia. (MusAm-Falih)
