Perkuat Kolaborasi, PPM UIN Jakarta Gandeng Bapperida Bogor Rancang KKN 2026 yang Adaptif dan Berdampak

Bogor, BERITA PPM Online— Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam rangka persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi yang digelar bersama Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor di Kantor Bapperida pada Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas keberhasilan pelaksanaan KKN Tahun 2025 yang telah menjangkau 16 kecamatan di Kabupaten Bogor, meliputi Pamijahan, Ciomas, Cibungbulang, Caringin, Nanggung, Bojong Gede, Gunung Sindur, Ciseeng, Leuwisadeng, Ciampea, Parung, Leuwiliang, Rumpin, Tenjo, Cigudeg, dan Parung Panjang. Mahasiswa UIN Jakarta yang diterjunkan di berbagai desa tersebut menjalankan program-program pemberdayaan di bidang pendidikan, sosial-keagamaan, kesehatan lingkungan, penguatan literasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala PPM LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ade Rina Farida, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dan peningkatan kualitas KKN di tahun mendatang.
“Alhamdulillah, pelaksanaan KKN Tahun 2025 di Kabupaten Bogor berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Untuk Tahun 2026, kami ingin memastikan bahwa program KKN semakin terarah, selaras dengan prioritas pembangunan daerah, dan memberikan dampak yang lebih luas serta berkelanjutan,” ujar Ade Rina.
Ia juga menekankan bahwa KKN bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan implementasi nyata tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif dan partisipatif. Menurutnya, penguatan koordinasi dengan Bapperida menjadi kunci agar penentuan lokus, tema, dan bentuk kegiatan KKN benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dalam sesi pemaparan, Tim PPM menyampaikan evaluasi KKN Tahun 2025, termasuk capaian program, tantangan di lapangan, serta rekomendasi perbaikan untuk Tahun 2026. Diskusi berkembang pada aspek penentuan lokus KKN, karakteristik geografis masing-masing wilayah, aksesibilitas, hingga tingkat keamanan di setiap kecamatan yang direncanakan menjadi lokasi pengabdian.
Perwakilan Bapperida Kabupaten Bogor, Delima Hotmaria, Peneliti Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Inovasi dan Teknologi, menyambut baik inisiatif koordinasi ini. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung pembangunan berbasis riset dan inovasi.
“Kami mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UIN Jakarta pada tahun sebelumnya. Banyak program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam penguatan literasi dan pemberdayaan ekonomi. Untuk Tahun 2026, kami berharap penentuan lokus dapat mempertimbangkan data prioritas pembangunan serta kondisi geografis dan kerawanan wilayah,” ungkap Delima.
Ia juga menegaskan secara tidak langsung bahwa Bapperida siap mendukung penyediaan data perencanaan pembangunan daerah agar program KKN dapat terintegrasi dengan agenda strategis Kabupaten Bogor.
Sementara itu, Shinta Nasution, Analis Pemanfaatan IPTEK Ahli Muda Bapperida Kabupaten Bogor, menyoroti pentingnya pemetaan berbasis data dalam menentukan desa sasaran. Menurutnya, pendekatan berbasis potensi dan permasalahan lokal akan membuat program KKN lebih tepat sasaran.
“Kami melihat potensi besar kolaborasi di bidang inovasi teknologi tepat guna, penguatan UMKM berbasis digital, serta edukasi lingkungan. Namun, perlu juga memperhatikan faktor geografis, seperti wilayah perbukitan atau daerah dengan akses terbatas, serta aspek keamanan mahasiswa selama pelaksanaan KKN,” jelas Shinta.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut juga membahas kemungkinan pengelompokan wilayah berdasarkan tipologi—perdesaan, kawasan pertanian, hingga wilayah penyangga perkotaan—agar desain program KKN dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah.
Ade Rina Farida menambahkan bahwa PPM LP2M berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan mekanisme persiapan, termasuk pembekalan mahasiswa yang lebih kontekstual dengan kondisi Kabupaten Bogor.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi. Karena itu, evaluasi tahun sebelumnya menjadi pijakan penting untuk memperkuat desain KKN 2026, baik dari sisi substansi program maupun mitigasi risiko di lapangan,” tegasnya.
Melalui koordinasi ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyusun rencana tindak lanjut yang mencakup penetapan wilayah sasaran, isu prioritas, serta pola pendampingan yang berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan bahwa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2026 tidak hanya menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Bogor.
Kegiatan koordinasi ini sekaligus menegaskan komitmen PPM LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam menjaga kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, demi terwujudnya pengabdian masyarakat yang integratif, solutif, dan berkelanjutan. (MusAm)
