Nyorog Bongsang di Ciomas, KKN Arutala 150 Belajar dari Kearifan Lokal Warga
Ciomas, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Arutala 150 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut mengikuti tradisi nyorog bongsang yang dilaksanakan masyarakat Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membaur sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Bongsang merupakan keranjang kecil berbahan anyaman bambu yang berisi makanan hasil masakan warga dari rumah masing-masing. Dalam bahasa Sunda, nyorog berarti mendatangi suatu tempat untuk melakukan sesuatu. Dalam konteks peringatan Maulid Nabi, nyorog dilakukan dengan membawa bongsang ke masjid untuk dikumpulkan dan kemudian dibagikan kepada warga yang hadir.
Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Bagi mahasiswa KKN Arutala 150, tradisi tersebut juga menjadi pengalaman baru karena nyorog bongsang tidak ditemukan di daerah asal mereka.
Mahasiswa tidak hanya menyaksikan tradisi tersebut, tetapi turut mengikuti rangkaian prosesi yang dilakukan masyarakat. Bagi jemaah laki-laki, kegiatan diawali dengan mengaji bersama di dalam masjid, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan shalawat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.
Sementara itu, jemaah perempuan mengikuti kegiatan dari pelataran masjid sambil menunggu rangkaian acara di dalam masjid selesai. Suasana kekeluargaan terlihat melalui interaksi antarmasyarakat yang saling berbincang sembari menunggu pembagian bongsang.
Bagi mahasiswa KKN Arutala 150, keterlibatan dalam tradisi tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami bagaimana nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.
Setelah rangkaian pembacaan doa bersama selesai, bongsang yang telah dikumpulkan kemudian dibagikan kepada warga yang hadir, baik yang berada di dalam maupun di luar masjid. Suasana antusias terlihat ketika pembagian dimulai, terutama dari warga dan anak-anak yang berusaha mendapatkan bongsang.
Pembagian bongsang menjadi puncak rangkaian kegiatan. Tidak hanya warga Desa Ciomas, sejumlah masyarakat dari kampung sekitar juga turut hadir untuk merasakan kemeriahan tradisi tersebut. Halaman masjid pun dipenuhi warga dari berbagai kalangan dan usia.
Keikutsertaan dalam tradisi nyorog bongsang menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa KKN Arutala 150 untuk memahami kearifan lokal secara langsung. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam momentum keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan budaya menjadi salah satu cara untuk memahami karakter serta kebiasaan warga yang mereka dampingi selama masa pengabdian di Desa Ciomas. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran mahasiswa selama menjalankan program KKN.
Editor: Annisa Khafi Rabbani

