Menumbuhkan Harapan dari Desa: Mahasiswa KKN UIN Jakarta dalam KKN Kolaborasi PTKIN 122 Kedungweru Perkuat Daya Saing UMKM melalui Branding dan Digitalisasi

Kedungweru, BERITA PPM Online – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi PTKIN 122 Desa Kedungweru bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kebumen menginisiasi kegiatan Sosialisasi Pendampingan UMKM sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan persaingan pasar yang semakin dinamis.
Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Kedungweru ini diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari pengolahan hasil pertanian, olahan pangan, hingga usaha rumahan lainnya. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha di era digital.
Sejak awal pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif para pelaku UMKM dalam mengikuti setiap sesi materi. Tidak sedikit peserta yang mencatat poin-poin penting yang disampaikan narasumber serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengembangan usaha, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung keberlangsungan bisnis mereka.
Sosialisasi ini menjadi ruang belajar sekaligus forum diskusi yang mempertemukan pelaku UMKM, mahasiswa KKN, dan perwakilan Disperindag Kabupaten Kebumen untuk membahas berbagai strategi penguatan usaha. Materi yang disampaikan meliputi strategi pemasaran produk, pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal, pembangunan identitas merek (branding) melalui penentuan nama usaha dan desain logo, hingga pemanfaatan konten video pemasaran sebagai media promosi di berbagai platform digital.
Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen, Dana, yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya penyusunan strategi pemasaran yang tepat bagi pelaku UMKM di wilayah pedesaan. Menurutnya, digitalisasi menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Kepala Desa Kedungweru turut mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN PTKIN 122 dan Disperindag Kabupaten Kebumen dalam menghadirkan program pendampingan UMKM. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah desa merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Ia berharap program pendampingan yang telah dimulai dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi UMKM di Desa Kedungweru.
Dalam sesi diskusi, para pelaku UMKM juga menyampaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari keterbatasan permodalan, strategi pemasaran yang efektif, hingga upaya memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk lokal. Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi UMKM di Desa Kedungweru.
Bagi Kelompok KKN PTKIN 122, kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal dari program pemberdayaan yang dirancang secara berkelanjutan. Tim KKN telah menyusun peta jalan (road map) pendampingan UMKM yang akan dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan monitoring dan pendampingan berkala.
Road map tersebut terdiri atas empat tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan dan potensi masing-masing UMKM, pendampingan dalam membangun identitas usaha melalui penentuan nama merek dan pembuatan logo, digitalisasi usaha melalui pemanfaatan media sosial dan pembuatan konten pemasaran, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan implementasi program berjalan secara optimal.
Penanggung jawab sekaligus inisiator program, Ibrar Rasyid, menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Pendampingan yang kami rancang merupakan proses yang berkelanjutan, mulai dari penguatan identitas usaha, pembuatan logo, hingga digitalisasi pemasaran. Harapannya, pelaku UMKM dapat terus berkembang secara mandiri setelah program KKN selesai,” ungkapnya.
Melalui tahapan pendampingan tersebut, Kelompok KKN PTKIN 122 berharap para pelaku UMKM di Desa Kedungweru tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri dalam mengembangkan usahanya. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi desa dapat diwujudkan melalui pendampingan yang berkelanjutan. Di balik setiap produk lokal yang dihasilkan masyarakat Desa Kedungweru, terdapat semangat untuk terus bertumbuh dan beradaptasi. Melalui langkah kecil yang dimulai dari desa, diharapkan lahir UMKM yang semakin mandiri, berdaya saing, dan siap menembus pasar yang lebih luas di masa mendatang.
Penulis : M. Ibrar R. A.
Editor : Vanessa Nindi Utama
