Menemukan Perspektif Baru di Türkiye, Aliya Belajar Tumbuh Lewat Pertukaran Budaya dalam KKN x Global Volunteer
Jakarta, BERITA PPM Online - Bagi Aliya Rahima Afifa, mahasiswa International Relations UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengikuti KKN x Global Volunteer di Türkiye, perjalanan ke luar negeri menjadi kesempatan untuk mengenal budaya, kebiasaan, dan perspektif baru. Selama mengikuti program, Aliya berinteraksi dengan masyarakat lokal melalui kegiatan English Speaking Club serta bertukar pengalaman dengan exchange participants dari berbagai negara.
Salah satu kegiatan yang paling dinikmati Aliya adalah cultural exchange bersama peserta dari berbagai latar belakang negara dan budaya. Kesempatan tersebut membuatnya tidak hanya mengenal budaya Türkiye, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai budaya dari negara lain.
“I have a cultural exchange with other people from another countries, and it gave me the opportunity to see different perspectives from very different cultures,” ujar Aliya.
Melalui percakapan dan berbagai kegiatan bersama, Aliya menemukan bahwa perbedaan tidak selalu menjadi penghalang dalam membangun hubungan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi awal dari percakapan yang membuka pemahaman terhadap sudut pandang lain.
Pengalaman berbicara dan bertukar pendapat dengan orang-orang dari berbagai negara juga menjadi salah satu bagian yang berkesan bagi Aliya. Percakapan yang dilakukan tidak hanya membahas hal-hal ringan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memahami cara orang lain melihat kehidupan, budaya, dan lingkungan mereka.
Dari interaksi tersebut, Aliya menyadari bahwa latar belakang budaya dapat memengaruhi cara seseorang memahami suatu hal. Pemahaman itu membuatnya semakin terbuka terhadap perspektif baru dan menyadari bahwa pengalaman hidup turut membentuk cara seseorang melihat dunia.
Kegiatan English Speaking Club menjadi ruang lain bagi Aliya untuk membangun interaksi dengan para karyawan dan anak-anak. Dalam kegiatan tersebut, ia perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan karakter dan latar belakang peserta yang beragam.
Sementara itu, kebersamaan dengan exchange participants menjadi kesempatan bagi Aliya untuk belajar melalui aktivitas sehari-hari. Berbincang, hangout, dan bertukar cerita membuat proses pertukaran budaya tidak hanya berlangsung melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui interaksi sederhana.
Menurut Aliya, setiap percakapan memberikan kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru, mulai dari mendengar opini berbeda hingga memahami cara berpikir seseorang dari latar belakang budaya lain. Pengalaman tersebut turut membantunya berkembang sebagai individu.
Namun, berada jauh dari lingkungan yang familiar juga menghadirkan tantangan. Homesick dan culture shock menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan Aliya selama menjalani program di Türkiye. Perbedaan lingkungan, kebiasaan, dan situasi yang belum familiar membuat proses adaptasi tidak selalu mudah.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Aliya berusaha memberikan dirinya ruang untuk lebih terbuka terhadap lingkungan sekitar. Ia belajar untuk tidak terburu-buru menilai sesuatu berdasarkan kebiasaan yang selama ini dikenalnya, melainkan lebih banyak mendengarkan, mengamati, dan memahami konteks sebelum memberikan respons.
Bagi Aliya, beradaptasi bukan berarti harus meninggalkan identitas atau kebiasaan yang dimiliki. Adaptasi menjadi proses untuk memahami cara menempatkan diri di lingkungan baru dengan tetap menghargai perbedaan yang ada.
Setelah melalui berbagai pengalaman selama KKN x Global Volunteer, Aliya membawa pulang satu pelajaran yang sederhana, yakni menjadi lebih terbuka terhadap orang lain, lebih banyak mendengarkan, dan lebih banyak mengamati.
“Try to be more open to the others, listen more, observe more,” ungkap Aliya.
Pelajaran tersebut lahir dari pengalaman nyata ketika Aliya berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki cara berpikir, budaya, dan pengalaman hidup yang berbeda. Dengan mendengarkan, ia dapat memahami perspektif yang sebelumnya belum dikenalnya. Sementara melalui pengamatan, ia belajar memahami lingkungan tanpa terburu-buru memberikan penilaian.
Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan diri Aliya selama berada di Türkiye. Jika sebelumnya keberagaman dapat dipelajari melalui buku, media, atau pembelajaran di kelas, KKN x Global Volunteer memberinya kesempatan untuk berhadapan langsung dengan perbedaan tersebut.
Perjalanan Aliya menunjukkan bahwa pengalaman lintas budaya dapat menjadi ruang pembelajaran di luar pendidikan formal. Setiap percakapan menghadirkan perspektif baru, setiap perbedaan menjadi kesempatan untuk belajar, dan setiap tantangan adaptasi menjadi proses untuk mengenal diri sendiri dengan lebih baik.
Melalui KKN x Global Volunteer, Aliya tidak hanya mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat di Türkiye, tetapi juga membangun koneksi dengan individu dari berbagai negara. Dari English Speaking Club hingga percakapan bersama exchange participants, berbagai pengalaman tersebut memperluas cara pandangnya terhadap keberagaman.
Pada akhirnya, perjalanan tersebut mengajarkan Aliya bahwa proses tumbuh tidak selalu hadir dari situasi yang nyaman. Keterbukaan terhadap perbedaan, kesediaan mendengarkan perspektif baru, serta kemauan untuk memahami lingkungan menjadi bagian dari proses pengembangan diri yang ia dapatkan selama berada di Türkiye.
Dari Türkiye, Aliya membawa pulang lebih dari sekadar kenangan tentang orang-orang yang ditemuinya. Ia membawa perspektif yang lebih luas, pengalaman menghadapi perbedaan, serta kebiasaan yang akan terus dibawanya dalam perjalanan berikutnya: lebih terbuka, lebih banyak mendengarkan, dan lebih banyak mengamati.
Penulis: Ghazy Hakaiksyah
Editor: Vanessa Nindi Utama

