Manfaatkan Barang Bekas, Warga RW 14 Ciomas Rahayu Bersama KKN UIN 151 Buat Biopori Sampah Ramah Lingkungan
Ciomas Rahayu, Berita PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kelompok 151 bersama warga RW 14 Desa Ciomas Rahayu melaksanakan kegiatan pembuatan biopori sampah di KRL (Kampung Ramah Lingkungan) RW 14 Villa Ciomas Indah, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.30 WIB tersebut menjadi salah satu upaya bersama dalam mengelola sampah organik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas Kepala Desa Ciomas Rahayu beserta jajaran perangkat desa, warga RW 14, Ketua KRL beserta pengurus, serta mahasiswa KKN UIN Jakarta. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, pengurus KRL, dan mahasiswa dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Pembuatan biopori dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti galon, ember, dan pipa paralon. Pemanfaatan barang bekas tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sekaligus memberikan nilai guna baru terhadap barang yang sudah tidak terpakai.
Melalui biopori, masyarakat dapat mengelola sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan sisa makanan. Sampah tersebut dapat dimasukkan ke dalam biopori untuk kemudian mengalami proses penguraian secara alami oleh mikroorganisme dan organisme tanah.
Selain membantu mengurangi volume sampah organik yang dibuang, proses penguraian tersebut dapat menghasilkan bahan organik yang bermanfaat bagi tanah. Hasil penguraian juga dapat membantu menambah bahan organik dan unsur hara sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pembuatan biopori juga memiliki manfaat dalam meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Keberadaan lubang biopori dapat membantu mengurangi genangan sekaligus mendukung ketersediaan air di dalam tanah. Dengan demikian, pengelolaan sampah organik melalui biopori tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek kebersihan, tetapi juga mendukung upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Ketua KRL RW 14 Ciomas Rahayu, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa pembuatan biopori memiliki manfaat dalam upaya menangani dan mengelola sampah, khususnya sampah organik. Menurutnya, keberadaan biopori dapat membantu masyarakat memilah sampah organik dan mengelolanya secara mandiri di lingkungan sekitar.
Sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga, lanjut Ahmad Yani, dapat dimasukkan ke dalam biopori untuk mengalami proses penguraian secara alami. Dengan cara tersebut, sampah organik dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali di lingkungan sendiri tanpa seluruhnya harus dibuang atau dibawa ke tempat pembuangan akhir.
Sementara itu, Ketua RW 14 Ciomas Rahayu, Nurdin, menyampaikan bahwa program pembuatan biopori sejalan dengan semangat Kampung Ramah Lingkungan (KRL), yakni menjaga lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama masyarakat.
“Adanya biopori ini merupakan salah satu kontribusi kita dalam menjaga alam. Dengan kita ikut menjaga dan mengelola lingkungan, khususnya sampah organik, maka ini sesuai dengan moto KRL kita, yaitu ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’,” ujar Nurdin.
Kegiatan berlangsung secara gotong royong antara warga RW 14, pengurus KRL, dan mahasiswa KKN UIN Jakarta. Selain menjadi sarana edukasi mengenai pengelolaan sampah organik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat serta turut mendukung upaya pelestarian lingkungan di Desa Ciomas Rahayu.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan metode pengelolaan sampah yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Pemanfaatan barang bekas sebagai media biopori juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengurangi limbah sekaligus membangun kebiasaan mengelola sampah organik sejak dari lingkungan rumah tangga.
Bagi mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kelompok 151, kegiatan pembuatan biopori menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kolaborasi bersama masyarakat diharapkan dapat mendorong kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.
Penulis: Mita Setiani
Editor: Vanessa Nindi Utama

