Mahasiswa UIN Jakarta Inisiasi Selai Alpukat Sehat di Desa Gunung Mas
Mahasiswa UIN Jakarta Inisiasi Selai Alpukat Sehat di Desa Gunung Mas

Lampung Timur, BERITA PPM Online– Inovasi pangan lokal kembali hadir dari tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BKS PTN Barat. Fatri Ansyah, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menggagas kegiatan “Pembuatan Selai Alpukat Preventif Penyakit” di MI Darul Hikmah, Desa Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur pada 2 Agustus 2025.

Desa Gunung Mas selama ini dikenal sebagai penghasil alpukat unggulan jenis Alpukat Siger Mas, namun pemanfaatannya masih sebatas konsumsi buah segar. Padahal, masyarakat desa dihadapkan pada masalah kesehatan cukup serius seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan reproduksi dan kesehatan ibu-anak. Melihat kondisi tersebut, Fatri berinisiatif memanfaatkan potensi lokal dengan mengolah alpukat menjadi selai sehat yang tak hanya bergizi, tetapi juga berfungsi sebagai upaya pencegahan penyakit.

Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta, terdiri dari ibu-ibu wali murid MI Darul Hikmah dan tim KKN Kelompok 7 BKS PTN Barat. Menariknya, ibu-ibu rumah tangga dilibatkan langsung sebagai pelaku utama. Mereka membawa bahan tambahan dari rumah masing-masing, lalu bersama-sama mempraktikkan tahapan pengolahan mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga proses memasak secara manual.

Produk yang dihasilkan berupa Selai Alpukat Sehat dan modul sederhana yang berisi panduan cara pembuatan serta informasi gizi alpukat. Meski sempat terkendala keterbatasan peralatan modern dan waktu pelaksanaan yang singkat, semangat peserta membuat kegiatan berjalan sukses.

Fatri Ansyah menegaskan bahwa program ini tidak hanya sebatas praktik memasak, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan pemberdayaan. “Alpukat Siger Mas bukan hanya nikmat dimakan segar, tapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang bermanfaat bagi kesehatan. Harapannya, ibu-ibu bisa mengembangkan inovasi ini untuk keluarga sekaligus peluang usaha,” ujarnya.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi. Salah satu guru MI Darul Hikmah mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi wali murid. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN, khususnya Fatri Ansyah, yang sudah membawa ide kreatif ini. Ibu-ibu jadi punya wawasan baru tentang pengolahan alpukat. Semoga ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan KKN BKS PTN Barat, yakni memberdayakan masyarakat melalui pendekatan inovatif dan berbasis kebutuhan lokal. Dengan hadirnya Selai Alpukat Preventif Penyakit, Desa Gunung Mas tidak hanya semakin dikenal sebagai penghasil alpukat unggulan, tetapi juga sebagai desa yang mampu menghadirkan solusi kesehatan melalui pangan lokal. (MusAm)