Mahasiswa UIN Jakarta Implementasikan Ekoteologi melalui KKN Nusantara Moderasi Beragama 2026 di Kadudamas

Kadudamas, Lebak, BERITA PPM Online – Mahasiswa delegasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Moderasi Beragama 2026 resmi memulai pengabdian di Desa Kadudamas, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Mengusung tema “Ekoteologi”, kegiatan yang berlangsung sejak 15 Juli 2026 ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dengan kepedulian terhadap lingkungan dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Tema Ekoteologi yang diangkat pada KKN Nusantara tahun ini merupakan respons akademis dan praktis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terhadap pentingnya membangun kesadaran teologis dalam menjaga kelestarian alam. Melalui berbagai program pengabdian yang membumi, mahasiswa diharapkan mampu menanamkan semangat moderasi beragama berbasis kearifan lokal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rangkaian pengabdian diawali dengan kegiatan penyambutan peserta KKN Nusantara pada Rabu (15/7/2026) di Auditorium Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Pada kesempatan tersebut, delegasi UIN Jakarta mendapatkan dukungan dan motivasi dari dosen pendamping, Nadya dan Hera, yang berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga semangat dan memberikan pengabdian terbaik selama pelaksanaan KKN.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 13, Verry Mardiyanto, M.A., turut memberikan arahan strategis kepada para mahasiswa. Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dengan masyarakat, mampu beradaptasi dengan tradisi setempat, serta melaksanakan program kerja selama 40 hari pengabdian secara optimal dan penuh tanggung jawab.
Setibanya di Desa Kadudamas pada Kamis (16/7/2026), mahasiswa Kelompok 13 langsung berbaur dengan masyarakat. Implementasi nilai-nilai ekoteologi diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan warga secara aktif. Pada Minggu (19/7/2026), mahasiswa bersama Ketua RT dan masyarakat setempat bergotong royong memanen padi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kearifan lokal masyarakat agraris di Desa Kadudamas.
Mahasiswa juga melakukan silaturahmi dengan tokoh agama setempat, Ustadz Sukat, guna memperkaya pemahaman mengenai nilai-nilai keagamaan dan sosial yang hidup di tengah masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga desa selama masa pengabdian.
Di bidang pendidikan, mahasiswa Kelompok 13 turut mengabdikan diri dengan melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kadudamas dan SMPN 1 Cirinten pada Senin (20/7/2026). Di SDN 1 Kadudamas, mahasiswa mengajar siswa kelas 2, 3, dan 4, sedangkan di SMPN 1 Cirinten kegiatan pembelajaran diberikan kepada siswa kelas 9. Materi pembelajaran dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif yang bertujuan meningkatkan motivasi belajar dan partisipasi aktif siswa di dalam kelas.
Puncak kegiatan pada minggu pertama pengabdian ditandai dengan pelaksanaan Pembukaan Program Kerja KKN yang dirangkaikan dengan Pengajian Akbar pada Senin (20/7/2026) malam. Acara tersebut disambut antusias oleh masyarakat Desa Kadudamas dan menjadi simbol dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama 2026.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif Divisi Acara Kelompok 13 yang mengoordinasikan seluruh rangkaian agenda. Muhammad Fauzan, mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selaku perancang keseluruhan acara, memastikan setiap agenda, mulai dari pendekatan kepada masyarakat, evaluasi harian, hingga pelaksanaan Pengajian Akbar, dapat berjalan secara khidmat dan terstruktur.
Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, KKN Nusantara Moderasi Beragama 2026 Kelompok 13 di Desa Kadudamas diharapkan mampu meninggalkan jejak positif bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan, maupun pelestarian lingkungan. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa moderasi beragama berbasis ekoteologi dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
Penulis: Muhammad Fauzan
Editor: Annisa Khafi Rabbani
