Mahasiswa KKN UIN Jakarta Fira Firiza Berikan Pelatihan Branding dan Identitas Visual bagi UMKM Desa Kedungweru
Mahasiswa KKN UIN Jakarta Fira Firiza Berikan Pelatihan Branding dan Identitas Visual bagi UMKM Desa Kedungweru

Screenshot 2026-07-24 114809

KEDUNGWERU, BERITA PPM Online — Pentingnya identitas visual dan strategi pemasaran digital modern menjadi fokus utama program pemberdayaan masyarakat yang diusung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melihat besarnya potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang masih terkendala dalam hal jangkauan pasar dan tampilan produk, Fira Firiza hadir sebagai pemateri utama dalam sesi pelatihan branding, pembuatan logo, serta optimalisasi media digital di Desa Kedungweru.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM lokal, tokoh masyarakat, serta perangkat desa setempat. Langkah ini diambil sebagai respons atas hasil pemetaan awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar produk unggulan Desa Kedungweru memiliki kualitas bahan baku dan rasa yang bersaing, namun belum didukung oleh kemasan yang memikat serta keberadaan digital yang kuat.

Dalam pemaparannya, Fira Firiza menekankan bahwa logo dan branding bukan sekadar pemanis pada kemasan, melainkan "wajah" dan identitas utama yang membedakan suatu produk di tengah ketatnya persaingan pasar.

“Banyak UMKM kita yang punya produk luar biasa, tapi sering kali luput di mata konsumen hanya karena kemasannya polos atau tidak punya identitas. Branding dan logo itu cerita pertama yang kita sampaikan ke pembeli sebelum mereka mencoba produknya. Ketika visualnya profesional, nilai jual (perceived value) produk otomatis naik,” jelas Fira.

Tak hanya berhenti pada aspek visual, Fira juga menyoroti pentingnya pemasaran digital berbasis media sosial dan peta digital yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari pelaku usaha. Menurutnya, memperluas pasar tidak selalu harus rumit atau mahal, melainkan bisa dimulai dari fitur-fitur gratis yang sering diabaikan.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps. Fira menjelaskan bahwa keberadaan titik lokasi yang jelas di Google Maps memberikan tingkat kepercayaan (trust) yang lebih tinggi di mata calon pembeli, sekaligus memudahkan konsumen luar daerah atau wisatawan untuk menemukan titik penjualan UMKM secara presisi.

Selain itu, Fira membagikan strategi praktis pemanfaatan Status WhatsApp (WA) dan platform media sosial lainnya seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi harian yang efektif.

“Jangan remehkan Status WA. Kontak di HP kita adalah pasar terdekat yang paling potensial. Dengan konsisten mengunggah foto produk yang rapi, video proses pembuatan yang bersih, serta mencantumkan info harga yang jelas di Status WA maupun media sosial lainnya, tetangga dan relasi bisa langsung tahu dan tertarik membeli. Media sosial itu etalase digital gratis kita,” tambah Fira.

Pendekatan aplikatif yang dibawakan Fira mendapat sambutan hangat dari para warga dan pelaku UMKM Desa Kedungweru. Salah satu perajin olahan pangan lokal mengungkapkan rasa antusiasnya setelah mengikuti sesi tersebut.

“Selama ini sudah memakai platform media digital seperti pemanfaatan instagram reels, tiktok dan google maps akan tetapi insight juga masih belum naik, Setelah dengar penjelasan Mbak Fira,  saya baru sadar kalau pembuatan konten juga perlu disertai story behind the product. Dan membuat target audiens yaitu Generasi Z menjadi penasaran terhadap cerita yang dibawakan.” ungkapnya.

Pemerintah Desa Kedungweru turut menyampaikan apresiasi tinggi atas sumbangsih ide dan pendampingan yang dihadirkan oleh Fira Firiza bersama tim KKN. Kehadiran pemateri yang memahami tren komunikasi visual dan pemasaran digital dinilai mampu memberikan dorongan nyata bagi peningkatan ekonomi warga desa.

Melalui pelatihan branding, pendampingan pembuatan logo, hingga edukasi pemasaran digital ini, diharapkan para pelaku usaha di Desa Kedungweru dapat lebih percaya diri, mandiri secara digital, dan mampu memperluas jangkauan pasarnya secara berkelanjutan.

 

Penulis : Fira Firza
Editor : Vanessa Nindi Utama