Mahasiswa KKN UIN Jakarta Apresiasi Harmoni Lintas Agama di Desa Giyanti, Moderasi Beragama Menjadi Perekat Persatuan

Kebumen, BERITA PPM Online – Semangat kebersamaan dan moderasi beragama tercermin dalam perayaan hari ulang tahun tiga organisasi Buddhis yang diselenggarakan di Vihara Giri Pura, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, baik di internal umat Buddha maupun dalam kehidupan lintas agama di wilayah setempat.
Perayaan ini merupakan gabungan dari tiga organisasi Buddhis, yaitu Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Wanita Buddhis Indonesia (WBI), dan Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda-Mudi Vihara-Vihara Buddhayana (Sekber PMVBI) Kebumen. Ketiga organisasi tersebut memiliki hari lahir yang sama-sama jatuh pada bulan Juli, sehingga diperingati secara bersamaan.
Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Kebumen, Suwarno, menjelaskan bahwa peringatan bersama ini tidak hanya dilaksanakan karena kesamaan bulan kelahiran organisasi, tetapi juga sebagai upaya memperkuat solidaritas umat Buddha di Kecamatan Rowokele dan sekitarnya.
“Majelis Buddhayana Indonesia lahir pada 4 Juli 1955, Wanita Buddhis Indonesia pada 14 Juli 1973, dan Sekber PMVBI pada 12 Juli 1981. Perayaan ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat umat Buddha di Rowokele,” ujarnya.
Suwarno juga menegaskan bahwa nilai-nilai dharma mengajarkan setiap umat untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat Kebumen yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati antarumat beragama.
Sementara itu, Ketua Wanita Buddhis Indonesia, Veni, menyampaikan bahwa tema besar yang diangkat dalam perayaan tahun ini adalah kebersamaan. Masing-masing organisasi juga mengusung tema khusus, di antaranya WBI dengan tema “Menumbuhkan Kebajikan, Merawat Dharma”, MBI dengan tema “Menyatukan Dharma dan Kebersamaan”, serta Sekber PMVBI dengan tema “Rise of Heart”.
“Selain memiliki bulan kelahiran yang sama, pelaksanaan perayaan pada 19 Juli juga menyesuaikan dengan jadwal pertemuan rutin tiga vihara yang ada di wilayah ini,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Sekber PMVBI, Indi, menekankan pentingnya peran generasi muda Buddha dalam menjaga semangat persaudaraan dan kolaborasi. Menurutnya, pemuda-pemudi Buddha di Kebumen diharapkan terus menjadi pelopor kerja sama dalam berbagai kegiatan lintas agama serta aktif berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai toleransi, memperluas jejaring persaudaraan, dan menjaga kerukunan yang telah lama tumbuh di Kebumen,” ungkap Indi.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 116 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Giyanti, Rayhan Anugerah Ramadhan, turut mengapresiasi kehidupan masyarakat setempat yang mampu menjaga harmoni dalam keberagaman.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama. Saya sangat kagum melihat masyarakat Desa Giyanti yang mampu menjaga harmoni dalam keberagaman. Sebagai mahasiswa UIN Jakarta, saya berdiri teguh di tengah perbedaan untuk terus memperkuat persatuan, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan semangat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat,” tutur Rayhan.
Kehadiran mahasiswa KKN UIN Jakarta di tengah masyarakat menjadi wujud implementasi nilai-nilai moderasi beragama yang terus digaungkan oleh kampus. Melalui interaksi dan keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perekat sosial yang memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Penulis: Rayhan Anugerah Ramadhan
Editor: Vanessa Nindi Utama
