Mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena Gelar Workshop "Mengubah TikTok Menjadi Ladang Penghasilan melalui Affiliate Marketing" di Desa Wangun Jaya
Mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena Gelar Workshop "Mengubah TikTok Menjadi Ladang Penghasilan melalui Affiliate Marketing" di Desa Wangun Jaya

IMG-20260815-WA0018.jpg

Wangun Jaya, Berita PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 156 Svara Nawasena menggelar workshop digital marketing bertajuk "Mengubah TikTok Menjadi Ladang Penghasilan melalui Affiliate Marketing" di Desa Wangun Jaya, Kelurahan Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini digagas untuk menjawab minimnya pemahaman warga setempat mengenai konsep affiliate marketing, khususnya di kalangan ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui workshop tersebut, mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena berupaya membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan platform TikTok sebagai sarana pemasaran sekaligus sumber penghasilan tambahan.

Workshop ini turut dihadiri oleh perangkat desa, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, serta rekan-rekan mahasiswa KKN dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Materi dalam workshop ini disampaikan langsung oleh Ela Patriana, dosen Program Studi Manajemen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga menjabat sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa KKN Kelompok 156 di Desa Wangun Jaya, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Menurutnya, pemahaman digital marketing menjadi sangat penting untuk dimiliki masyarakat di era digitalisasi seperti saat ini.

"Kita sudah ada di era digitalisasi, hal ini menjadi sangat relevan untuk dipahami masyarakat agar mereka membuka peluang-peluang ke depannya sebagai bisnis tambahan, yaitu pengoptimalan potensi mereka di masyarakat," ujar Ela.

Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan langkah-langkah dasar memulai affiliate marketing di TikTok, mulai dari cara bergabung dengan program afiliasi, memilih produk yang sesuai dengan target pasar, hingga strategi membuat konten yang menarik agar dapat mendorong penjualan. Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar belum familiar dengan istilah-istilah digital marketing.

Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mendaftar program afiliasi, tips membuat video promosi yang menarik, hingga cara mengelola waktu antara mengurus rumah tangga dan berjualan daring. Ela menilai, antusiasme peserta selama workshop cukup tinggi meskipun materi yang disampaikan tergolong baru bagi sebagian besar warga.

"Alhamdulillah selama workshop tadi para peserta antusias. Tapi karena ini insight baru, mereka butuh adaptasi dulu untuk lebih memahami dan membuat keputusan untuk melakukan digital marketing lewat TikTok affiliate marketing ini," tuturnya.

Salah satu peserta, Siti Rohilah, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari workshop tersebut, khususnya terkait pemanfaatan TikTok sebagai sarana mencari penghasilan. "Banyak sekali ilmu bermanfaat yang saya dapatkan, terutama penggunaan TikTok sebagai affiliate. Sebelumnya saya hanya menggunakan TikTok sebagai sarana hiburan. Dari workshop ini saya jadi paham bagaimana menjadikan TikTok sebagai media untuk mencari penghasilan, mulai dari langkah-langkah hingga pembuatan akunnya," ungkap Siti.

"Banyak manfaatnya, terutama untuk saya pribadi sebagai pengguna TikTok. Tidak semua masyarakat menggunakan aplikasi TikTok, tetapi dengan adanya workshop ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan Kampung Wangunjaya," pungkas Siti.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik langsung, di mana peserta didampingi mahasiswa untuk mencoba membuat konten promosi sederhana menggunakan ponsel masing-masing. Pendekatan praktik ini dinilai efektif membantu peserta memahami materi secara lebih konkret.

Ela berharap, ilmu yang dibagikan dalam workshop tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Wangun Jaya ke depannya. "Harapannya ada kebermaknaan dari apa yang kita diskusikan hari ini. Semua butuh adaptasi, dan bukan hal yang sulit untuk mewujudkan masyarakat yang melek teknologi. Ke depannya ini akan membantu mereka meningkatkan perekonomian lewat digital marketing," kata Ela.

Mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena berharap, warga Desa Wangun Jaya dapat terus mempraktikkan ilmu yang diperoleh dari workshop ini untuk mengembangkan usaha mereka melalui platform digital.

Penulis: Ahmad Mukhlish 
Editor: Vanessa Nindi Utama

IMG_20260815_220704.jpg