Lintas Budaya di Cidokom: Social Trust Fund, KKN UIN Jakarta, dan Relawan Internasional Gelar Malam Kebudayaan
Lintas Budaya di Cidokom: Social Trust Fund, KKN UIN Jakarta, dan Relawan Internasional Gelar Malam Kebudayaan

Gunungsindur, BERITA PPM Online – Suasana akrab dan penuh keceriaan menyelimuti acara “Culture Night” yang digagas oleh Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Kelompok 75 dan para relawan internasional dari CA.UK.IN Studio. Acara ini berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di Desa Cidokom, Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dirancang sebagai ajang pertukaran budaya yang mempertemukan mahasiswa UIN Jakarta dengan 25 relawan internasional asal 12 negara, yang sebagian besar merupakan mahasiswa arsitektur dan teknik sipil. Mereka tengah berada di Cidokom selama dua bulan untuk mendukung pembangunan saung belajar, program hasil kerja sama STF UIN Jakarta dengan CA.UK.IN Studio yang telah terjalin sejak 2022.

Dalam sambutannya, Prof. Amelia Fauzia, selaku Direktur Social Trust Fund UIN Jakarta sekaligus sebagai Ketua LPPM, menekankan bahwa keberadaan STF UIN Jakarta di Cidokom bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, melainkan juga ruang pertemuan lintas budaya.

“Cidokom merupakan desa binaan UIN Jakarta. Di sini kami membangun berbagai proyek pemberdayaan, mulai dari mushalla solidaritas pada 2022, rumah pemberdayaan pada 2024, hingga saung belajar pada tahun 2025 ini bersama relawan internasional,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi jembatan untuk mengurangi prasangka negatif antarbudaya. “Pertemuan ini adalah upaya untuk mempertemukan dua budaya berbeda, sehingga dapat mengurangi islamofobia dan radikalisme. Masyarakat internasional bisa lebih memahami Indonesia dan umat Muslimnya, sementara masyarakat kita juga dapat lebih mengenal orang-orang Barat dari dekat,” ujar Amelia.

Secara tidak langsung, ia menegaskan bahwa pengalaman lintas budaya seperti ini sangat berharga bagi mahasiswa KKN. Menurutnya, interaksi dengan relawan internasional bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan bahasa asing.

“Saya senang sekali mahasiswa KKN 75 bisa berbaur dengan para volunteer. Mereka tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang kelak bermanfaat dalam kehidupan global.”

Acara Culture Night diawali dengan pemberian apresiasi dari STF kepada para relawan internasional berupa sertifikat penghargaan dan cenderamata kain batik khas Indonesia. Hadiah ini disambut antusias dan menjadi perkenalan hangat terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Suasana semakin meriah ketika mahasiswa KKN menampilkan tarian tradisional Indonesia dan mengajak para relawan ikut serta. Tak berhenti di situ, relawan internasional juga mempersembahkan tarian khas dari negara asal mereka, sehingga tercipta interaksi budaya yang unik dan harmonis.

Momen puncak yang tak kalah seru adalah ketika para relawan mencoba buah durian untuk pertama kalinya. Reaksi mereka beragam—ada yang terkejut, ada pula yang langsung menyukainya—dan hal ini menambah kehangatan serta tawa bersama.

Sebagai penutup, mahasiswa KKN menyajikan pertunjukan musik tradisional dengan membawakan lagu-lagu daerah seperti “Rasa Sayange”, “Ampar-Ampar Pisang”, dan “Soleram”. Alunan musik tersebut berhasil mengikat kebersamaan malam itu, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Perwakilan mahasiswa KKN 75, Inri, selaku sekretaris kelompok, mengaku bangga bisa ikut berkolaborasi dalam acara lintas budaya ini. “Kami merasa mendapatkan pengalaman luar biasa. Tidak hanya belajar mengorganisir acara, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan teman-teman dari luar negeri. Ini menjadi bekal berharga bagi kami di masa depan,” ungkapnya.

Secara tidak langsung, Inri juga menambahkan bahwa acara tersebut mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Ia menyebut bahwa interaksi ini membuat mahasiswa KKN lebih percaya diri dan terbuka dalam menyikapi keberagaman.

Kegiatan “Culture Night” membuktikan bahwa perjumpaan lintas budaya bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarbangsa. Para peserta berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlangsung dan menjadi inspirasi bagi kerja sama internasional di masa depan. (MusAm)

Foto Dokumentasi: