Lewat “Kertas Harapan”, KKN 198 Vistara Abhinaya UIN Jakarta Ajak Siswa Berani Bersuara tentang Bullying
Bogor, BERITA PPM ONLINE - Perundungan atau bullying pada anak tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan yang terlihat. Ejekan, panggilan yang tidak disukai, pengucilan, hingga candaan yang berlebihan dapat menjadi pengalaman yang membekas bagi seorang anak. Namun, berbagai pengalaman tersebut tidak selalu diketahui oleh orang dewasa di lingkungan sekitar.
Berangkat dari perhatian tersebut, KKN 198 Vistara Abhinaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Anti-Bullying bagi siswa sekolah dasar di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12 Agustus 2026 di SDN Ki Hajar Dewantara dan 13 Agustus 2026 di SDI Nurul Karimah, masing-masing pada pukul 09.00–11.00 WIB.
Seminar menyasar siswa kelas 3 dan 4 dengan didampingi sejumlah guru yang telah ditugaskan oleh masing-masing sekolah. Pemilihan jenjang sekolah dasar didasari perhatian mahasiswa KKN terhadap persoalan bullying di kalangan anak-anak yang masih kerap luput dari perhatian lingkungan sekitar.
Pada usia tersebut, anak sedang belajar membangun pertemanan sekaligus memahami cara memperlakukan orang lain. Karena itu, mahasiswa KKN menyampaikan edukasi dengan pendekatan interaktif yang mengajak siswa untuk mengenali, memahami, dan berani membicarakan tindakan bullying.
Kegiatan dikemas melalui penyampaian materi, diskusi bersama siswa, serta penayangan video edukasi mengenai bullying. Para siswa diajak memahami berbagai bentuk perundungan, dampaknya bagi korban, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami, menyaksikan, atau mengetahui teman yang menjadi korban bullying.
Di SDN Ki Hajar Dewantara, seminar menghadirkan Ari Indrawan dan Muhammad Naabil Ghazalah sebagai narasumber. Sementara di SDI Nurul Karimah, materi disampaikan oleh Ari Indrawan, Rifiana Arsyilla Putri, dan Maulidya Dian Nughraha yang merupakan mahasiswa KKN 198 Vistara Abhinaya.
Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian adalah “Kertas Harapan”. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk menuliskan pengalaman maupun perasaan secara bebas, termasuk apabila pernah mengalami bullying, melihat teman menjadi korban, atau memiliki harapan terhadap lingkungan pertemanan di sekolah.
Kertas yang telah ditulis kemudian diberikan kepada guru agar dapat menjadi jembatan bagi pihak sekolah untuk mengetahui kondisi siswa yang mungkin belum pernah disampaikan secara langsung. Dengan demikian, kegiatan seminar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara siswa dan guru.
Suasana emosional turut terlihat dalam pelaksanaan kegiatan di SDI Nurul Karimah. Salah seorang siswa tersentuh secara emosional hingga menangis selama kegiatan berlangsung. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik keseharian anak-anak di sekolah, terdapat pengalaman dan perasaan yang belum tentu terlihat oleh orang dewasa.
Melalui kegiatan tersebut, KKN 198 Vistara Abhinaya berharap para siswa dapat semakin peka terhadap perasaan teman, berani menolak tindakan bullying, serta memahami bahwa meminta bantuan ketika menghadapi perundungan merupakan langkah yang tepat.
Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang membuat anak merasa aman untuk berbicara dan didengar. Pencegahan bullying tidak hanya berkaitan dengan mengajarkan anak untuk tidak menyakiti orang lain, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan keberanian untuk bersuara ketika melihat orang lain disakiti.
Penulis: Rabbila Tadzarni Farda
Editor: Vanessa Nindi Utama
