KKN ISWARA 199 UIN Jakarta Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Bersama KWT Desa Iwul
Iwul, BERITA PPM Online – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) ISWARA 199 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Iwul pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung bersama anggota KWT Desa Iwul yang mulai aktif sejak Juni 2026. Selain menjadi wadah kegiatan bagi para perempuan di Desa Iwul, KWT juga terlibat dalam sejumlah aktivitas pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan bersama mahasiswa KKN ISWARA 199.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan bahan-bahan pembuatan sabun yang telah dikemas dalam bentuk paket dan dapat diperoleh melalui e-commerce. Satu paket bahan dapat digunakan untuk menghasilkan sekitar lima hingga sepuluh liter sabun. Mahasiswa kemudian memberikan contoh proses pembuatan secara bertahap, mulai dari pencampuran air dengan bahan-bahan yang telah disiapkan hingga proses pengadukan.
Dalam praktiknya, anggota KWT dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan satu ember berisi air yang kemudian dicampurkan dengan bahan pembuatan sabun secara bertahap. Campuran tersebut diaduk hingga menghasilkan busa dan tekstur cairan yang semakin mengental.
Para peserta turut melakukan proses pencampuran dan pengadukan secara langsung dengan didampingi mahasiswa KKN. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan arahan mengenai urutan pencampuran bahan dan proses pengadukan agar peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembuatan dengan baik.
Setelah proses pembuatan selesai, sabun didiamkan selama satu malam untuk mengurangi busa dan menyempurnakan teksturnya. Setelah itu, sabun dikemas ke dalam botol sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Ketua PKK Desa Iwul, Yanah, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN ISWARA 199. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi anggota KWT sekaligus menjadi salah satu bentuk kegiatan produktif bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Mereka tidak hanya datang untuk mengajar di sekolah, tetapi juga membuat kegiatan bersama ibu-ibu KWT. Pelatihan seperti ini cukup bermanfaat karena ibu-ibu bisa langsung belajar dan mempraktikkan cara membuat sabun,” ujar Yanah.
Ia juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan hasil pelatihan menjadi produk yang dapat diproduksi oleh KWT maupun PKK. Menurutnya, pengembangan menjadi produk usaha membutuhkan beberapa tahapan, seperti menjaga kualitas produk, menghitung biaya produksi, membuat kemasan yang menarik, dan menentukan strategi pemasaran.
“Menurut saya, ini bisa dikembangkan menjadi produk KWT atau PKK. Untuk sampai ke tahap usaha memang perlu proses, seperti menentukan kualitas produk, menghitung biaya produksi, membuat kemasan yang menarik, dan mencari pemasaran. Tetapi dari pelatihan ini sudah ada dasar keterampilannya,” tuturnya.
Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, produksi sabun dalam jumlah lebih banyak dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi bagi kelompok apabila dikelola secara berkelanjutan. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui pengemasan produk, penentuan harga jual, serta pemasaran kepada masyarakat sekitar.
Terkait keberlanjutan kegiatan, Yanah berharap keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dipraktikkan oleh anggota KWT setelah mahasiswa KKN menyelesaikan masa pengabdiannya di Desa Iwul.
“Harapan saya, setelah mahasiswa KKN selesai di Desa Iwul, kegiatan seperti ini tetap bisa dilanjutkan oleh ibu-ibu. Tidak hanya membuat sabun untuk dipakai sendiri, tetapi kalau memungkinkan bisa dikembangkan menjadi produk yang dijual. Saya juga berharap kerja sama antara KWT, PKK, dan masyarakat bisa semakin aktif,” ujarnya.
Pelatihan pembuatan sabun cuci piring tersebut menjadi salah satu kegiatan KKN ISWARA 199 yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui praktik bersama, anggota KWT memperoleh pengalaman dalam membuat produk kebutuhan rumah tangga sekaligus mengenal proses produksi sederhana yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
Melalui kegiatan tersebut, KKN ISWARA 199 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Iwul. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan produktif berbasis keterampilan.
Penulis: Anis Humaira
Editor: Vanessa Nindi Utama

