KKN Internasional UIN Jakarta Hadirkan Edukasi Zoonosis dan Simulasi Kebakaran bagi Siswa SMPN 2 Parigi
Parigi, BERITA PPM Online – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Husna Nurulbaeti Fauzi, yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional BKS PTN Barat ke-3 memberikan edukasi mengenai bahaya penyakit zoonosis, perawatan hewan, serta penanggulangan kebakaran kepada siswa SMPN 2 Parigi pada Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 7 hingga 9 tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Internasional dengan Dinas Pemadam Kebakaran Parigi. Edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian International Student Community Engagement (ISCE) ke-3, sebuah program KKN Internasional kolaboratif yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS PTN Barat).
Program pengabdian ISCE ke-3 tahun 2026 berlangsung pada 22 Juli hingga 20 Agustus 2026. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Internasional berupaya menghadirkan kontribusi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk melalui edukasi kesehatan hewan dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Pada sesi pertama, siswa mendapatkan sosialisasi mengenai kesehatan hewan dan bahaya zoonosis. Mahasiswa menjelaskan bahwa zoonosis merupakan penyakit menular yang dapat berpindah secara alami antara hewan dan manusia dan dapat disebabkan oleh berbagai jenis kuman, seperti virus, bakteri, parasit, maupun jamur.
Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan dan lingkungan sekitar. Para siswa diajak untuk lebih peduli terhadap keberadaan hewan peliharaan maupun hewan ternak di lingkungan mereka serta memahami bahwa interaksi dengan hewan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihan.
Selain mengenalkan bahaya zoonosis, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai tata cara perawatan hewan yang baik dan benar. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan hewan sehingga turut mendukung terciptanya lingkungan yang sehat.
Edukasi mengenai zoonosis menjadi penting karena keberadaan dan potensi penularan penyakit yang berasal dari hewan terkadang belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat. Melalui pengenalan sejak usia sekolah, siswa diharapkan dapat memiliki pengetahuan dasar untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan sekaligus lingkungan di sekitarnya.
Setelah sesi kesehatan hewan, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi dan simulasi penanggulangan kebakaran bersama tim Pemadam Kebakaran Parigi. Pada sesi ini, siswa tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah menghadapi kebakaran, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung.
Tim Pemadam Kebakaran Parigi memberikan simulasi penanganan kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran tabung gas beserta selangnya. Siswa diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses penanganan kondisi tersebut serta memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Simulasi juga menjadi sarana untuk melatih kesiapsiagaan siswa agar tetap tenang ketika menghadapi kebakaran. Para peserta diperkenalkan pada pentingnya tidak panik serta memahami tindakan awal yang tepat ketika terjadi kondisi darurat.
Perwakilan petugas Pemadam Kebakaran Parigi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas pemadam kebakaran di lingkungan sekolah dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal kemampuan dan langkah awal dalam menghadapi kebakaran.
“Pemadam kebakaran memasuki sekolah merupakan hal yang bagus dan merupakan kemampuan siaga pemadam serta penanganan pertama jika terjadi kebakaran,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh salah satu guru SMPN 2 Parigi. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat penting bagi para siswa, terutama karena materi yang disampaikan berkaitan dengan kondisi yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
“Sosialisasi ini sangat berguna dan penting untuk para siswa,” tuturnya.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN Internasional, pihak sekolah, dan Dinas Pemadam Kebakaran Parigi membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Perpaduan antara edukasi dan praktik tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami materi secara lebih mudah sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.
Bagi Husna Nurulbaeti Fauzi sebagai mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam KKN Internasional ISCE BKS PTN Barat ke-3, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui berbagi pengetahuan yang dekat dengan kebutuhan warga sekolah.
Melalui edukasi kesehatan hewan, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan hewan dan lingkungan. Sementara melalui simulasi kebakaran, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dasar dan kesiapsiagaan untuk menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif bagi masyarakat. Kehadiran Dinas Pemadam Kebakaran Parigi memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai penanganan kebakaran, sementara mahasiswa KKN berperan dalam menghubungkan kebutuhan edukasi masyarakat dengan pelaksanaan program pengabdian.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN Internasional ISCE BKS PTN Barat ke-3 diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga sekolah SMPN 2 Parigi. Edukasi mengenai zoonosis, perawatan hewan, serta kesiapsiagaan menghadapi kebakaran diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran sejak dini mengenai kesehatan hewan, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Penulis: Husna Nurulbaeti Fauzi
Editor: Annisa Khafi Rabbani

