KKN Bhavikara 104 Luncurkan SIPAKAR, Warga Kampung Utan Kini Bisa Sampaikan Aduan Secara Digital
Kampung Utan, BERITA PPM Online — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bhavikara 104 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus meluncurkan SIPAKAR (Sistem Informasi, Profil, dan Aduan Kampung Utan) di Kampung Utan RW 003. Acara penutupan dan peluncuran website tersebut digelar pada Jumat malam (28/8/2026) dan dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengurus RT/RW, Karang Taruna, ibu-ibu, serta anak-anak di lingkungan Kampung Utan.
Peluncuran SIPAKAR menjadi salah satu inovasi unggulan KKN Bhavikara 104 dalam mendorong pelayanan masyarakat berbasis digital. Platform tersebut dirancang sebagai sarana terpadu bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, laporan kendala, maupun keluhan terkait infrastruktur dan lingkungan secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kediaman pengurus RT/RW.
SIPAKAR dilengkapi sejumlah fitur yang mendukung kebutuhan informasi dan pelayanan warga. Salah satunya adalah formulir aduan digital yang memungkinkan warga mengunggah foto sebagai bukti kendala yang dilaporkan. Platform tersebut juga menyediakan fitur pemantauan status laporan, informasi profil dan sejarah wilayah, struktur kepengurusan, daftar fasilitas umum, serta pusat pengumuman kegiatan masyarakat.
Informasi kegiatan kemasyarakatan yang dapat diakses melalui SIPAKAR antara lain agenda kerja bakti dan posyandu. Dengan adanya berbagai fitur tersebut, website diharapkan dapat menjadi media informasi sekaligus sarana komunikasi antara warga dan pengurus lingkungan.
Ketua RW 003 Kampung Utan, Muhammad Dedi, menyambut baik peluncuran SIPAKAR. Ia menilai kehadiran platform tersebut dapat menjadi langkah baru dalam memodernisasi pelayanan di tingkat RW.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembuatan website SIPAKAR untuk RW 003 ini. Rencananya kode QR (barcode) akses website ini akan kita tempel di setiap pos warga. Jadi ketika ada jalan rusak atau masalah lingkungan, warga bisa langsung melaporkannya lewat SIPAKAR,” ungkap Muhammad Dedi.
Ia juga mengajak warga untuk memanfaatkan barcode SIPAKAR yang telah disediakan sebagai akses menuju layanan aduan digital. Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi terobosan baru dalam pelayanan masyarakat di wilayah RW 003.
Rangkaian peluncuran kemudian dilanjutkan dengan penayangan video launching SIPAKAR serta sosialisasi fitur website. Audiens dipandu untuk memindai barcode dan mengakses platform secara langsung. Mahasiswa KKN Bhavikara 104 juga menjelaskan alur pengaduan, mulai dari pengisian nama, pengunggahan foto bukti aduan, hingga penentuan tingkat urgensi laporan.
Selain fitur pengaduan, mahasiswa turut memperkenalkan portal berita dan jadwal agenda wilayah yang tersedia dalam SIPAKAR. Fitur tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan dan perkembangan di lingkungan Kampung Utan RW 003.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama selama pelaksanaan KKN, acara dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Ketua Kelompok KKN Bhavikara 104 kepada Ketua RW 003. Plakat penghargaan juga diberikan kepada Karang Taruna, sementara barcode SIPAKAR diserahkan secara simbolis kepada perwakilan RT.
Suasana malam penutupan berlangsung hangat saat mahasiswa dan warga menyaksikan video after movie yang merangkum perjalanan kegiatan KKN Bhavikara 104. Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu bersama, momen pamitan antara mahasiswa dan warga, serta foto bersama seluruh undangan.
Dengan diluncurkannya SIPAKAR, KKN Bhavikara 104 berharap platform tersebut dapat terus dimanfaatkan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Keberadaan website diharapkan mampu mendukung tata kelola administrasi serta pelayanan publik yang lebih informatif, responsif, dan terdigitalisasi di Kampung Utan RW 003.
Melalui SIPAKAR, mahasiswa KKN Bhavikara 104 meninggalkan sebuah inovasi yang tidak hanya menjadi bagian dari penutup rangkaian pengabdian, tetapi juga diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi warga dalam menyampaikan informasi dan kebutuhan lingkungan secara digital.
Editor: Annisa Khafi Rabbani

