KKN 302 UIN Jakarta Bantu Salurkan Air Bersih Bantuan Gubernur Banten di Kampung Pulo Cungkring
KKN 302 UIN Jakarta Bantu Salurkan Air Bersih Bantuan Gubernur Banten di Kampung Pulo Cungkring

Editan PPM sm

Tangerang, Berita PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 302 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut membantu Pemerintah Provinsi Banten dalam penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kampung Pulo Cungkring, Desa Marga Sari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30–16.00 WIB tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Penyaluran bantuan air bersih tersebut merupakan respons Pemerintah Provinsi Banten terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang akibat musim kemarau. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni secara simbolis menyerahkan bantuan air bersih kepada perwakilan warga. Sementara itu, mahasiswa KKN 302 UIN Jakarta turut membantu proses pendistribusian air kepada masyarakat Kampung Pulo Cungkring.

“Kegiatan ini bentuk pengabdian awal serta kepedulian kami terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan warga diharapkan bisa meringankan beban warga di tengah musim kemarau,” ujar Alif, salah satu perwakilan mahasiswa KKN 302 UIN Jakarta.

Penyaluran air bersih di Kampung Pulo Cungkring menjadi salah satu titik distribusi bersama sejumlah lokasi lain di Desa Marga Sari dan Kelurahan Kadu Agung. Ratusan warga tampak mengantre dengan membawa jerigen dan galon untuk memperoleh pasokan air bersih.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah juga menyampaikan sejumlah rencana penanganan jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Banten dan PDAM Kabupaten Tangerang akan melakukan distribusi air bersih secara rutin ke wilayah terdampak kekeringan.

“Solusi untuk jangka panjang kami sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten dan PDAM Kabupaten Tangerang untuk rutin mendistribusikan air bersih ke wilayah ini. Selain itu, ada pembangunan tandon atau toren dan pengeboran sumur yang dikerjakan bersama di beberapa titik wilayah yang kekeringan. Sebab, yang utama serta paling utama adalah kebutuhan air bersih masyarakat dapat teratasi,” kata Maesyal.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan musim kemarau tahun ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi Banten, menurutnya, terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui distribusi air.

“Kami akan memastikan pasokan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui distribusi dari PDAM. Selanjutnya, kami juga sedang melakukan penelitian berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui ESDM untuk menentukan titik lokasi serta kedalaman pengeboran sumur air untuk solusi jangka panjang,” jelas Andra Soni.

Upaya penanganan krisis air tersebut juga sejalan dengan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan serta krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kegiatan penyaluran bantuan berjalan tertib melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, perangkat desa, BPBD, PDAM, TKR, serta mahasiswa KKN 302 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mahasiswa turut membantu mengoordinasikan warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

Ketua RT Kampung Pulo Cungkring, Ade, menyampaikan bahwa nantinya setiap RW akan mendapatkan tandon atau toren air. Pasokan air tersebut direncanakan didistribusikan setiap sore oleh PDAM menggunakan mobil tangki.

Bagi mahasiswa KKN 302 UIN Jakarta, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi warga di lokasi KKN. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan, tetapi juga turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menangani persoalan krisis air bersih. Kerja sama antara pemerintah, perangkat desa, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi yang dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga, khususnya selama musim kemarau.

Penulis: Divani Truna Wijayanti
Editor:
Vanessa  Nindi Utama

Editan PPM ok