KKN 276 Serenova Dorong UMKM Anyaman Bambu Desa Ancol Pasir Naik Kelas Lewat Digital Marketing
KKN 276 Serenova Dorong UMKM Anyaman Bambu Desa Ancol Pasir Naik Kelas Lewat Digital Marketing

IMG_3027.JPG

Ancol Pasir, Tangerang, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 276 Serenova UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengunjungi gerai anyaman bambu milik Pak Rahman, seorang pengrajin anyaman bambu di Desa Ancol Pasir, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang diikuti 17 mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian kerajinan lokal sekaligus mendorong perluasan pemasaran produk melalui platform digital.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dengan Pak Rahman selaku pengrajin sekaligus pemilik gerai. Ia menuturkan bahwa keterampilan menganyam bambu telah dipelajarinya sejak 1978, ketika dirinya masih duduk di kelas V sekolah dasar. Keterampilan tersebut diperoleh dari orang tuanya dan terus dipertahankan hingga saat ini sebagai warisan keluarga lintas generasi.

Bagi Pak Rahman, kerajinan anyaman bambu tidak hanya menjadi keterampilan yang diwariskan keluarga, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar. Dalam proses produksinya, ia bekerja sama dengan warga mulai dari tahap penganyaman, pembuatan produk setengah jadi, hingga proses finishing dan penjahitan. Pola kerja tersebut sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat yang terlibat.

Namun, keberlangsungan kerajinan anyaman bambu kini menghadapi tantangan, terutama dalam hal pemasaran. Perkembangan produk modern yang dinilai lebih praktis serta menurunnya permintaan membuat pasar kerajinan bambu semakin terbatas. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap keberlangsungan produksi dan pendapatan para pengrajin.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah memberikan dukungan berupa pembangunan gerai dan bantuan alat produksi. Meski demikian, dukungan tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak berkelanjutan karena persoalan pemasaran dan terbatasnya permintaan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pengrajin.

Salah satu pengalaman yang menunjukkan pentingnya keberadaan pasar bagi keberlangsungan produksi terjadi ketika peci bambu digunakan sebagai atribut bagi aparatur sipil negara (ASN). Dengan adanya permintaan yang jelas, para pengrajin mampu memenuhi sekitar 12–13 ribu peci dalam waktu kurang lebih enam bulan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepastian pasar dapat mendorong produksi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang terlibat.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN 276 Serenova tidak hanya melakukan wawancara, tetapi juga mempelajari teknik dasar menganyam bambu secara langsung. Mahasiswa kemudian berkoordinasi dengan keluarga Pak Rahman untuk membantu mengembangkan pemasaran produk melalui platform e-commerce, salah satunya TikTok Shop. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkenalkan produk anyaman bambu kepada pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan media digital.

Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses produksi kerajinan bambu yang masih dilakukan secara manual. Mulai dari pengolahan bambu menjadi iratan, proses penganyaman, hingga tahap penyelesaian produk membutuhkan keterampilan dan ketekunan yang diwariskan serta dipelajari secara bertahap.

Melalui kegiatan ini, KKN 276 Serenova berharap dapat membantu memperluas akses pemasaran produk anyaman bambu sekaligus mendukung keberlangsungan para pengrajin. Pemanfaatan platform digital diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas dan membuka peluang pasar baru.

Pak Rahman berharap kerajinan anyaman bambu tidak tenggelam di tengah perkembangan produk modern. Menurutnya, kemampuan produksi perlu diiringi dengan pasar yang mendukung. Karena itu, dukungan dari pemerintah, masyarakat, sekolah, dan generasi muda menjadi penting agar kerajinan lokal dapat terus bertahan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menjaga keterampilan menganyam bambu sebagai warisan antargenerasi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kerajinan lokal, masyarakat juga dapat mengenal produk anyaman topi bambu karya Pak Rahman melalui TikTok Shop dengan nama Topi Ar Rahman.

Penulis: Deasy Nur Azzahra dan Ahmad Awdad
Editor: Annisa Khafi Rabbani

IMG_2966.JPG