KKN 215 Janaseva UIN Jakarta Publikasikan Potensi Usaha Pondok Pesantren Darul Iqro
KKN 215 Janaseva UIN Jakarta Publikasikan Potensi Usaha Pondok Pesantren Darul Iqro

Ciomas, BERITA PPM ONLINE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 215 Janaseva UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan publikasi potensi usaha Pondok Pesantren Darul Iqro di Kampung Banar, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk mengenalkan berbagai usaha pesantren kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas melalui media digital.

Kegiatan publikasi ini dilatarbelakangi oleh keberagaman potensi usaha yang dikembangkan Pondok Pesantren Darul Iqro untuk mendukung keberlangsungan pesantren. Sejumlah usaha yang dikelola meliputi pembesaran domba, pemanfaatan kotoran domba menjadi pupuk kandang melalui proses fermentasi, pembibitan cabai dan tomat, produksi keripik pisang dan rempeyek, serta usaha madu.

Dalam pelaksanaannya, delapan anggota KKN 215 Janaseva melakukan wawancara dan dokumentasi bersama Pimpinan Pondok Pesantren Darul Iqro, Ustadz Ahmad Thurtosi. Informasi yang diperoleh kemudian menjadi bahan publikasi dalam bentuk artikel berita di situs web dan video dokumenter yang direncanakan untuk disebarluaskan melalui media sosial.

Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa salah satu usaha yang dikembangkan pesantren adalah pembesaran domba. Pengelolaan usaha tersebut diawali dengan modal yang digunakan untuk membeli domba berusia sekitar empat hingga lima bulan. Domba kemudian dipelihara hingga memasuki waktu penjualan, khususnya setelah Iduladha.

Tidak hanya dombanya, hasil samping dari peternakan juga dimanfaatkan. Kotoran domba diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk kandang yang dapat digunakan untuk kebutuhan internal maupun dijual kepada masyarakat. Pemanfaatan tersebut membuat hasil samping peternakan tetap memiliki nilai guna sekaligus potensi ekonomi.

Selain peternakan, Pondok Pesantren Darul Iqro mengembangkan pembibitan cabai dan tomat sebagai bagian dari program dapur hidup. Hasil pembibitan tersebut dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur pesantren sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran.

Potensi usaha lainnya berasal dari produksi makanan olahan berupa keripik pisang dan rempeyek. Produk tersebut dipasarkan berdasarkan pesanan, baik melalui pembelian secara langsung maupun pengiriman kepada konsumen.

Pondok Pesantren Darul Iqro juga mengembangkan usaha madu yang dipasarkan kepada masyarakat. Ustadz Ahmad menyampaikan bahwa madu tersebut merupakan produk natural dengan harga sekitar Rp200.000 per botol. Saat ini, produk madu masih menggunakan kemasan sederhana berupa botol bekas sirup.

Ketua KKN 215 Janaseva UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fahmi Alkautsar, menilai usaha madu dan pemanfaatan kotoran domba menjadi pupuk fermentasi merupakan dua potensi yang menarik untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Menurut Fahmi, kedua usaha tersebut menunjukkan bagaimana sumber daya yang tersedia di lingkungan pesantren dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Publikasi melalui media digital diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap produk yang dihasilkan pesantren.

Berbagai usaha tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya Pondok Pesantren Darul Iqro dalam mendukung keberlangsungan kegiatan pesantren. Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa pesantren memberikan pendidikan secara gratis sehingga kegiatan usaha menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional pesantren.

Melalui kegiatan publikasi ini, KKN 215 Janaseva UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap potensi dan produk Pondok Pesantren Darul Iqro dapat semakin dikenal masyarakat. Pemanfaatan media digital dan portal berita diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan minat masyarakat terhadap produk pesantren, serta mendukung kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan.

Ustadz Ahmad berharap berbagai usaha yang telah dikembangkan dapat terus mengalami perkembangan dan memberikan manfaat bagi keberlangsungan pesantren.

“Mudah-mudahan kami berharap usaha kami tambah berkembang dan berkah, yang penting intinya berkah buat kami,” tuturnya.

Penulis: Fauziyah Hilwa
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-08-31 at 10.56.29 (1)