KKN 177 Adhyastha Hadirkan Bimbingan BTQ dan Hibahkan Iqro untuk Anak-anak RW 011
Cibinong, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 177 Adhyastha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar program Bimbingan Belajar Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi anak-anak di RW 011, Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juli hingga 22 Agustus 2026 di Mushola Al-Huda tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan keagamaan anak-anak di wilayah setempat.
Program bimbingan mengaji ini dilaksanakan berdasarkan kondisi di lingkungan RW 011 yang masih memiliki keterbatasan tenaga pendidik atau guru mengaji. Di wilayah tersebut, kegiatan mengaji hanya didampingi oleh satu tenaga pendidik, sementara jumlah anak yang mengikuti kegiatan cukup banyak. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran belum dapat berlangsung secara optimal dan waktu mengajar pun menyesuaikan dengan waktu luang tenaga pendidik.
Selain keterbatasan tenaga pengajar, mahasiswa KKN 177 Adhyastha juga menemukan masih adanya anak-anak yang membutuhkan pendampingan dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. Beberapa anak belum lancar mengenali huruf hijaiyah, memahami tajwid dasar, maupun menulis ayat Al-Qur’an dengan baik.
Keterbatasan pembelajaran keagamaan juga menjadi perhatian mahasiswa. Anak-anak masih membutuhkan penguatan pengetahuan dasar mengenai ilmu keislaman, seperti rukun iman, rukun Islam, sifat wajib dan mustahil bagi Allah, serta bacaan-bacaan salat.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN 177 Adhyastha mengambil peran sebagai tenaga pendamping dalam kegiatan mengaji. Para anggota KKN turut menjadi tenaga pendidik untuk membantu anak-anak belajar membaca dan menulis Al-Qur’an sekaligus memberikan pemahaman dasar mengenai pendidikan agama Islam.
Kegiatan bimbingan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an. Anak-anak juga diberikan materi dasar keislaman sebagai bagian dari upaya menanamkan pemahaman agama sejak usia dini. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa berupaya menciptakan kegiatan mengaji yang tidak hanya meningkatkan kemampuan BTQ, tetapi juga memperkuat pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan anak.
Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping diharapkan dapat membantu mengurangi keterbatasan tenaga pengajar yang selama ini dihadapi masyarakat. Dengan adanya tambahan pendamping, proses belajar mengaji dapat dilakukan dengan lebih intensif dan anak-anak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan bimbingan sesuai dengan kemampuan mereka.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kegiatan mengaji, KKN 177 Adhyastha juga memberikan hibah berupa buku Iqro dan beberapa alat penunjang mengaji lainnya pada akhir rangkaian kegiatan sebelum sesi penutupan.
Pemberian hibah tersebut dilakukan setelah mahasiswa melihat bahwa ketersediaan buku bacaan yang dimiliki anak-anak masih terbatas. Dalam kegiatan mengaji, anak-anak masih harus bergantian menggunakan buku atau sharing satu sama lain ketika belajar.
Melalui hibah tersebut, setiap anak diharapkan dapat memiliki akses terhadap bahan belajar yang lebih baik dan dapat belajar secara lebih mandiri tanpa harus menunggu giliran menggunakan buku milik teman. Ketersediaan bahan bacaan juga diharapkan dapat membuat proses pembelajaran mengaji menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Bagi KKN 177 Adhyastha, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan, tetapi juga menjadi upaya untuk membantu membangun fondasi pendidikan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan RW 011. Kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman dasar agama diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Bimbingan Belajar BTQ tersebut, KKN 177 Adhyastha berharap kegiatan belajar mengaji dapat terus berlanjut setelah masa KKN berakhir. Pengetahuan yang telah diberikan serta hibah Iqro dan alat penunjang mengaji diharapkan dapat membantu anak-anak dan tenaga pendidik dalam melanjutkan proses pembelajaran secara lebih optimal.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan keagamaan masyarakat. Dengan hadirnya pendamping tambahan dan fasilitas belajar yang lebih memadai, anak-anak RW 011 diharapkan semakin lancar membaca Al-Qur’an, memahami dasar-dasar keislaman, serta tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Penulis: Ariska Avrillyani
Editor: Annisa Khafi Rabbani

