KKN 171 Narutaloka UIN Jakarta Kenalkan Budidaya Maggot BSF dan Pemanfaatan Minyak Jelantah kepada Warga Desa Bojong Baru
Bogor, Berita PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 171 Narutaloka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Workshop Budidaya Maggot BSF dan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Piring di Balai Warga RT 06/RW 07, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 24 peserta yang terdiri atas ibu-ibu pengurus RW 07, pengurus RT, dan kader PKK Desa Bojong Baru.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan alternatif pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik dan limbah minyak jelantah yang belum terkelola secara optimal. Meskipun warga RW 07 telah memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah melalui komposter dan lubang komunal, mahasiswa KKN 171 Narutaloka melihat perlunya metode pengolahan yang lebih cepat, higienis, dan memiliki nilai ekonomis.
Workshop menghadirkan Bapak Santoso selaku praktisi dan konsultan biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan potensi maggot BSF sebagai pengurai sampah organik rumah tangga. Maggot BSF dapat membantu mempercepat proses penguraian sampah organik, sementara residunya berupa kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman.
Bapak Santoso juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, keberhasilan budidaya maggot BSF sangat dipengaruhi oleh pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari tingkat rumah tangga. Ia juga mendorong terbentuknya kelompok masyarakat agar pengelolaan maggot dapat dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.
Selain budidaya maggot, peserta mendapatkan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring. Kegiatan ini memperkenalkan konsep upcycling, yaitu mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Praktik dilakukan dengan pendampingan mahasiswa KKN sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan pengolahan secara langsung.
Ketua RW 07 menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Edukasi mengenai maggot dan praktik pembuatan sabun dari minyak jelantah dinilai dapat melengkapi sistem pengelolaan sampah yang sebelumnya telah berjalan di lingkungan warga. Pihak RW juga menyampaikan komitmen untuk mempraktikkan budidaya maggot secara konsisten setelah kegiatan berlangsung.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, demonstrasi, praktik, dan diskusi bersama warga. Peserta turut aktif mengikuti proses demonstrasi larva maggot BSF serta praktik pengolahan minyak jelantah. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi warga untuk memperoleh pengetahuan sekaligus mendiskusikan penerapannya di lingkungan rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, KKN 171 Narutaloka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berupaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular. Pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot BSF dan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun diharapkan dapat menjadi langkah sederhana menuju kemandirian lingkungan dan peningkatan nilai ekonomi limbah di Desa Bojong Baru.
Penulis: Aditya Putra Ramadhan
Editor: Vanessa Nindi Utama


