KKN 169 Nishkama UIN Jakarta Bangun Insinerator Sederhana untuk Dukung Pengelolaan Sampah di Desa Curugbitung
Bogor, BERITA PPM ONLINE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 169 Nishkama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan pembuatan insinerator sederhana sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan sampah di Kampung Panggulaan RW 14, Desa Curugbitung, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–17.30 WIB tersebut melibatkan seluruh anggota KKN 169 Nishkama.
Pembuatan insinerator dilatarbelakangi oleh persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di lingkungan masyarakat desa. Pertambahan volume sampah yang tidak selalu diimbangi dengan fasilitas pengelolaan memadai dapat menyebabkan penumpukan, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu kebersihan lingkungan.
Selama ini, salah satu cara yang dilakukan masyarakat untuk menangani sampah adalah dengan membakarnya secara terbuka. Namun, pembakaran terbuka dapat menghasilkan asap dan emisi yang berpotensi mengganggu kualitas udara. Karena itu, KKN 169 Nishkama berupaya menghadirkan sarana pengelolaan sampah yang lebih terkontrol melalui pembuatan insinerator sederhana.
Kegiatan diawali dengan membersihkan lokasi yang telah disepakati dengan membabat tanaman liar yang tumbuh di sekitar lahan. Proses pembersihan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keselamatan seluruh anggota KKN yang terlibat.
Setelah lahan dibersihkan, mahasiswa meratakan permukaan tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan insinerator. Perataan dilakukan untuk memastikan kondisi lahan cukup stabil sehingga bangunan insinerator dapat berdiri dengan baik.
Tahap berikutnya dilakukan dengan memindahkan material bangunan berupa bata putih ke sekitar lokasi pembangunan. Sebagian anggota KKN bergotong royong mengangkat dan memindahkan material tersebut hingga seluruh kebutuhan bata tersedia di dekat lahan.
Setelah material terkumpul, Penanggung Jawab Program Kerja, Syehan Al-Habib, mulai membangun badan insinerator. Proses pembangunan juga disertai dengan pemotongan besi yang akan digunakan sebagai bagian dari tungku pembakaran.
Seluruh anggota KKN 169 Nishkama terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pembuatan insinerator ditargetkan selesai dalam satu hari, dengan waktu pengerjaan sekitar delapan jam.
Melalui kegiatan ini, KKN 169 Nishkama berharap keberadaan insinerator sederhana dapat menjadi sarana alternatif dalam membantu pengelolaan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi praktik pembakaran sampah secara terbuka serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara lebih tertib dan bertanggung jawab. Dengan adanya sarana pengelolaan sampah yang lebih terkontrol, kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah diharapkan dapat terus berkembang dan diterapkan secara berkelanjutan.
Penulis: Loetfy Adyaksa Sabara
Editor: Vanessa Nindi Utama

