KKN 159 D’Batoks UIN Jakarta Hadirkan Bank Sampah untuk Atasi Sampah di Sungai Desa Cibatok 2
KKN 159 D’Batoks UIN Jakarta Hadirkan Bank Sampah untuk Atasi Sampah di Sungai Desa Cibatok 2

Bogor, BERITA PPM ONLINE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 159 D’Batoks UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi dan Pengadaan Bank Sampah” di Desa Cibatok 2, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026). Program tersebut menjadi upaya mahasiswa dalam mengatasi persoalan pembuangan sampah ke aliran sungai sekaligus mendorong pemanfaatan sampah anorganik sebagai sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi lingkungan di Desa Cibatok 2, khususnya kawasan sempadan dan bantaran sungai yang masih kerap menjadi tempat pembuangan sampah domestik. Terbatasnya fasilitas tempat penampungan sementara serta belum tersedianya pengangkutan sampah secara rutin membuat sebagian masyarakat memilih membuang sampah langsung ke badan air.

Melihat kondisi tersebut, KKN 159 D’Batoks tidak hanya memberikan imbauan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menghadirkan alternatif melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan nilai uang melalui sistem bank sampah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendekatan door-to-door kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Sosialisasi kemudian dilanjutkan melalui forum di tingkat desa yang diikuti puluhan warga, khususnya kelompok ibu rumah tangga, perangkat Desa Cibatok 2, serta pengurus Karang Taruna yang dipersiapkan sebagai pengelola operasional bank sampah.

Atang Senjaya, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, hadir sebagai narasumber. Ia memberikan edukasi mengenai tata kelola sampah, dampak pencemaran terhadap badan air, serta cara memilah sampah organik dan anorganik.

Dalam pemaparannya, Atang juga menjelaskan pentingnya memberikan perlakuan awal terhadap sampah yang memiliki nilai daur ulang. Botol plastik, misalnya, perlu dibersihkan, sedangkan kardus dapat dipipihkan agar lebih mudah ditangani dan memiliki nilai jual yang lebih baik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi operasional bank sampah melalui praktik penimbangan dan pencatatan pada buku tabungan nasabah. Tempat sampah terpilah dan timbangan gantung berkapasitas 100 kilogram turut digunakan dalam simulasi tersebut.

Kepada warga, KKN 159 menyampaikan daftar harga pembelian sampah anorganik dengan kisaran Rp700 hingga Rp5.000 per kilogram. Botol PET bening tanpa tutup dan label serta tutup botol memiliki nilai tertinggi, yakni Rp5.000 per kilogram. Sementara itu, besi rongsok campuran dihargai Rp4.700 per kilogram dan kertas sak semen Rp3.000 per kilogram.

Sampah yang telah dipilah selanjutnya disalurkan ke gudang pengepul daur ulang lokal. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengelolaan bank sampah, termasuk mendukung pencairan saldo tabungan warga serta kebutuhan operasional pengelola.

Melalui program tersebut, KKN 159 D’Batoks UIN Jakarta berharap masyarakat Desa Cibatok 2 semakin terbiasa memilah dan mengelola sampah sebelum dibuang. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan bank sampah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Rezky Ramadhan
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-08-31 at 19.55.15