KKN 149 Amerta Edukasi Peternak BUMDes Ciapus melalui Program GreenCycle
KKN 149 Amerta Edukasi Peternak BUMDes Ciapus melalui Program GreenCycle

Ciapus, BERITA PPM Online - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 149 Amerta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan edukasi pengolahan limbah peternakan melalui program GreenCycle bersama peternak BUMDes Ketahanan Pangan Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan limbah peternakan agar dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

BUMDes Ketahanan Pangan Desa Ciapus memiliki potensi peternakan ayam petelur dengan jumlah lebih dari 900 ekor ayam. Aktivitas peternakan tersebut menghasilkan kotoran ayam dalam jumlah yang cukup besar setiap harinya. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti bau tidak sedap dan penumpukan limbah. Di sisi lain, kotoran ayam memiliki kandungan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN 149 Amerta menginisiasi program GreenCycle sebagai upaya memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada peternak dalam mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik. Program ini mengusung konsep pemanfaatan kembali limbah peternakan sehingga tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual lebih tinggi dibandingkan kotoran ayam yang belum diolah.

Kegiatan dilaksanakan secara langsung bersama peternak BUMDes Ketahanan Pangan Ciapus. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan mengenai potensi dan manfaat pengolahan kotoran ayam, tetapi juga mengajak peternak untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan pupuk organik.

Dalam praktiknya, kotoran ayam diolah dengan memanfaatkan EM4 dan molase sebagai bagian dari proses fermentasi. EM4 digunakan sebagai bioaktivator yang membantu proses penguraian bahan organik, sedangkan molase dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi. Mahasiswa bersama peternak melakukan proses pencampuran bahan dan pengolahan pupuk secara langsung sehingga peternak dapat memahami tahapan yang diperlukan untuk mengolah limbah peternakan menjadi pupuk organik.

Antusiasme peternak terlihat selama kegiatan berlangsung. Peternak mengikuti setiap tahapan praktik dan berdiskusi bersama mahasiswa mengenai proses pengolahan, pemanfaatan pupuk organik, serta potensi pengembangannya. Praktik secara langsung tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peternak dalam kegiatan peternakan sehari-hari.

Program GreenCycle tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah peternakan, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi yang telah tersedia di lingkungan masyarakat. Dengan jumlah ayam petelur yang mencapai lebih dari 900 ekor, kotoran ayam yang dihasilkan memiliki potensi untuk terus diolah secara berkelanjutan menjadi pupuk organik.

Melalui program GreenCycle, KKN 149 Amerta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap peternak BUMDes Ketahanan Pangan Ciapus dapat mengembangkan pengolahan kotoran ayam secara mandiri dan berkelanjutan. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengolahan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pupuk organik yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi salah satu sumber ekonomi baru bagi BUMDes serta masyarakat Desa Ciapus.

Penulis: Muhammad Syafiq Radyan
Editor: Vanessa Nindi Utama

b38