KKN 114 Baswara UIN Jakarta Sulap Minyak Bekas Jadi Lilin Aromaterapi dan Edukasi Pemilahan Sampah di Bedahan
KKN 114 Baswara UIN Jakarta Sulap Minyak Bekas Jadi Lilin Aromaterapi dan Edukasi Pemilahan Sampah di Bedahan

WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.42.19

Bedahan, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 Baswara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program kerja Eco Action menginisiasi pemanfaatan minyak bekas menjadi lilin aromaterapi bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Bedahan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di depan rumah Mad Sai selaku Ketua RW 07 Kelurahan Bedahan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 114 Baswara memberikan edukasi sekaligus praktik pembuatan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak bekas. Kegiatan turut diikuti oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Bedahan dan didukung oleh Neneng Safitri selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Bedahan.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh adanya program lingkungan di Kelurahan Bedahan yang mengajak ibu-ibu mengumpulkan minyak bekas. Minyak bekas yang dikumpulkan kemudian dapat ditukarkan dengan minyak baru dengan ketentuan setiap dua liter minyak bekas ditukar dengan satu liter minyak baru. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN 114 Baswara mengusulkan pemanfaatan minyak bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi berupa lilin aromaterapi.

Pada tahap awal, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai bahan-bahan yang diperlukan, seperti minyak bekas, parafin, aroma essence, cetakan lilin, dan sumbu. Mahasiswa juga menjelaskan manfaat hasil pengolahan tersebut yang dapat digunakan sebagai pewangi ruangan maupun dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Proses pembuatan lilin diawali dengan memanaskan minyak bekas di dalam wadah. Setelah minyak panas, parafin dimasukkan dengan perbandingan minyak dan parafin 1:1. Setelah parafin meleleh dan tercampur, aroma essence ditambahkan untuk memberikan aroma pada lilin. Campuran kemudian didiamkan sekitar 10 menit hingga suhunya menurun sebelum dimasukkan ke dalam cetakan.

Setelah campuran dimasukkan ke dalam cetakan, sumbu dipasang dan lilin didiamkan selama kurang lebih satu jam hingga mengeras. Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN 114 Baswara mendampingi ibu-ibu PKK secara langsung, mulai dari menjaga komposisi bahan hingga proses pencetakan. Setelah seluruh tahapan selesai, setiap peserta mendapatkan satu buah lilin aromaterapi hasil praktik bersama.

Pada hari yang sama, mahasiswa KKN 114 Baswara juga melaksanakan program kerja Bank Sampah dengan memberikan tong sampah kepada RT 01 hingga RT 05 di RW 07 Kelurahan Bedahan. Penyerahan tong sampah tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Mad Sai selaku Ketua RW 07 yang melihat masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan di lingkungan RW 07.

Tong sampah diberikan kepada masing-masing RT dan diterima oleh perwakilan wilayah, yaitu Abdul Murpi untuk RT 01, Aang Afrizal untuk RT 02, Oma Syahban untuk RT 03, Asmin untuk RT 04, dan Muslim untuk RT 05. Tong sampah tersebut terdiri atas tiga jenis berdasarkan warna, yaitu kuning untuk sampah anorganik, hijau untuk sampah organik, dan merah untuk sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Selain memberikan sarana pengelolaan sampah, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masing-masing RT mengenai pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Edukasi tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga dari lingkungan terkecil.

Melalui program Eco Action yang dipadukan dengan penguatan Bank Sampah, KKN 114 Baswara berupaya mendorong masyarakat Kelurahan Bedahan untuk mengelola sampah secara lebih bijak. Pemanfaatan minyak bekas menjadi lilin aromaterapi menjadi salah satu contoh bahwa bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai masih dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Sementara itu, pemberian sarana Bank Sampah di RT 01 hingga RT 05 diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat Kelurahan Bedahan.

Melalui kegiatan tersebut, KKN 114 Baswara berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan serta mampu melihat potensi pemanfaatan kembali berbagai jenis limbah rumah tangga. Dengan edukasi dan praktik langsung, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan sekaligus mengembangkan limbah tertentu menjadi produk yang bermanfaat.

Editor: Vanessa Nindi Utama