Ketua LP2M UIN Jakarta Tekankan Mahasiswa KKN Harus Miliki Kepekaan Sosial dan Kemampuan Observasi Lapangan
Aula Diorama, BERITA PPM Online – Ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Amelia Fauzia, menegaskan pentingnya kemampuan observasi sosial bagi mahasiswa peserta KKN Reguler Tahun 2026 sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembekalan Sosial Budaya KKN Reguler Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Aula Diorama UIN Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan pembekalan ini diikuti sekitar 460 perwakilan mahasiswa peserta KKN Reguler Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. Pembekalan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah untuk memberikan gambaran kondisi sosial budaya masyarakat, arah pembangunan daerah, serta isu-isu strategis yang perlu dipahami mahasiswa sebelum pelaksanaan KKN.
Dalam sambutannya, Prof. Amelia Fauzia menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya hadir menjalankan program kerja, tetapi juga harus memiliki kemampuan membaca realitas sosial masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, mahasiswa perlu menggunakan dua pendekatan observasi, yakni helikopter view dan micro view, agar mampu memahami persoalan masyarakat secara komprehensif.
Ia menjelaskan bahwa melalui pendekatan helikopter view, mahasiswa dapat melihat persoalan besar yang dihadapi masyarakat seperti masalah sampah, stunting, pendidikan, kesehatan, hingga ketimpangan sosial. Setelah memahami gambaran umum tersebut, mahasiswa kemudian perlu melakukan pengamatan yang lebih mendalam melalui pendekatan micro view dengan berinteraksi langsung bersama masyarakat.
“Kenali wilayah dan pahami budayanya. Pimpinan mempercayakan teman-teman menjadi duta KKN UIN Jakarta di masyarakat. Manfaatkan kegiatan ini untuk mendapatkan kata-kata kunci dan pemahaman penting sebelum turun ke lapangan,” pesan Prof. Amelia kepada para peserta.
Menurutnya, keberhasilan program KKN sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa dalam memahami konteks lokal masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut mampu membangun komunikasi yang baik, membaca kebutuhan masyarakat, serta menyusun program pengabdian yang relevan dengan kondisi daerah masing-masing.
Prof. Amelia juga menegaskan bahwa kegiatan KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran sosial mahasiswa. Selain menjadi ruang pengabdian kepada masyarakat, KKN juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar menghadapi persoalan nyata di lapangan sekaligus mengasah sensitivitas sosial dan kemampuan adaptasi budaya.
Sementara itu, Koordinator PPM LP2M UIN Jakarta, Eva Khudzaeva, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembekalan sosial budaya menjadi langkah strategis untuk membekali mahasiswa agar lebih siap memahami karakteristik masyarakat di lokasi pengabdian.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang memahami konteks lokal dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi materi, para narasumber dari pemerintah daerah memaparkan berbagai potensi wilayah, kondisi sosial budaya masyarakat, hingga arah pembangunan daerah yang dapat menjadi pijakan mahasiswa dalam menyusun program kerja KKN berbasis kebutuhan masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa terkait tantangan sosial di lapangan dan peluang kolaborasi program pengabdian.
Melalui kegiatan pembekalan ini, PPM LP2M UIN Jakarta berharap mahasiswa memiliki kesiapan sosial, kemampuan adaptasi budaya, serta pemahaman yang komprehensif terhadap kondisi masyarakat sebelum melaksanakan KKN Reguler Tahun 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pengabdian mahasiswa. (MusAm)
