Ketika Jelantah Menjadi Masalah, KKN 133 Saptadasa Karsa UIN Jakarta Olah Limbah Menjadi Lilin Aromaterapi
Ketika Jelantah Menjadi Masalah, KKN 133 Saptadasa Karsa UIN Jakarta Olah Limbah Menjadi Lilin Aromaterapi

Depok, BERITA PPM ONLINE - Minyak jelantah kerap berakhir sebagai limbah yang dibuang setelah digunakan untuk memasak. Padahal, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari saluran air dan lingkungan sekitar. Berangkat dari persoalan tersebut, KKN 133 Saptadasa Karsa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program JELITA (Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi) mengajak masyarakat Kampung Rumbut, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Mengusung tema “Satu Tetes Jelantah, Sejuta Manfaat”, kegiatan JELITA dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026), pukul 13.00–16.00 WIB, di Aula Majelis Ta’lim Baqiyyatus Sholihah, Kampung Rumbut RT 04 RW 09, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kota Depok. Kegiatan tersebut memadukan edukasi lingkungan dengan praktik pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.

Sekitar 20 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas warga Kampung Rumbut, ibu-ibu PKK, Ketua RT 04 RW 09, serta Lurah Pasir Gunung Selatan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan limbah membutuhkan keterlibatan bersama, terutama untuk mendorong perubahan kebiasaan di tingkat rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, tetapi juga diajak mengenal potensi pemanfaatan limbah tersebut. Melalui praktik pembuatan lilin aromaterapi, masyarakat diperkenalkan pada proses mengolah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka terlibat langsung dalam proses pembuatan lilin aromaterapi. Interaksi antara mahasiswa KKN dan masyarakat turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui praktik secara langsung, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki pengalaman yang dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Program JELITA juga menjadi ruang untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah rumah tangga. Minyak jelantah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai dan kerap berakhir di saluran pembuangan ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk baru.

Pengolahan limbah tersebut tidak hanya menjadi langkah untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat mendorong kreativitas dan membuka peluang pemanfaatan ekonomi dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.

Melalui program JELITA, KKN 133 Saptadasa Karsa UIN Jakarta berupaya mendorong perubahan dari hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari rumah, dari perubahan kebiasaan, dan dari kesadaran untuk tidak langsung membuang sesuatu yang masih memiliki potensi manfaat.

Melalui semangat “Satu Tetes Jelantah, Sejuta Manfaat”, masyarakat Kampung Rumbut diajak melihat bahwa dari sesuatu yang semula dianggap sebagai masalah, dapat lahir manfaat ketika dikelola dengan kesadaran dan kreativitas.

Penulis: Mutia Wulanda
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-08-31 at 19.53.25 (1)