“Kenapa Anak Lebih Memilih Handphone Dibandingkan Orang Tua?” KKN 302 Vektara UIN Jakarta Ajak Orang Tua Memahami Anak di Era Digital
“Kenapa Anak Lebih Memilih Handphone Dibandingkan Orang Tua?” KKN 302 Vektara UIN Jakarta Ajak Orang Tua Memahami Anak di Era Digital

WhatsApp Image 2026-08-18 at 21.11.46 (1)

Tangerang, Berita PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 302 Vektara Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan edukasi bagi orang tua di Desa Margasari dengan mengangkat tema penggunaan handphone pada anak di era digital. Kegiatan ini mengajak orang tua memahami kebiasaan penggunaan gawai pada anak serta pentingnya kehadiran orang tua dalam mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi.

Kegiatan dibuka dengan pertanyaan, “Kenapa anak lebih memilih handphone dibandingkan orang tua?” Pertanyaan tersebut menjadi pengantar untuk membahas fenomena penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan keluarga. Ketua KKN Kelompok 302 Vektara, Egi Tri Rafzan, menyampaikan bahwa ketertarikan anak terhadap handphone merupakan persoalan yang banyak ditemui dalam kehidupan keluarga saat ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan kepada orang tua dalam mendidik dan mendampingi anak di era digital.

Dalam kegiatan tersebut, KKN 302 Vektara menghadirkan Dr. Muhammad Ali Ridho, M.H., M.Pd.I., Ph.D. selaku konsultan pendidikan yang memiliki pengalaman di bidang manajemen dan pengembangan pendidikan. Ia merupakan lulusan doktoral Filsafat Pendidikan dari Nagoya University dan saat ini menjabat sebagai Direktur Pendidikan Taruna Insani Boarding School.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Ali Ridho menjelaskan bahwa anak yang lebih tertarik pada handphone tidak serta-merta menunjukkan kegagalan orang tua dalam mendidik anak. Menurutnya, handphone memiliki berbagai fitur yang dirancang untuk menarik perhatian, seperti konten yang terus diperbarui, respons secara instan, serta sistem penghargaan yang membuat anak merasa senang. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami kebutuhan anak dan tidak hanya berfokus pada larangan penggunaan handphone.

Para orang tua yang menjadi peserta kegiatan kemudian diajak memahami penggunaan handphone melalui lima aspek, yaitu time atau waktu penggunaan, function atau tujuan penggunaan, content atau konten yang dilihat dan dimainkan, context atau dengan siapa anak menggunakan perangkat, serta displacement atau aktivitas yang mulai tergeser akibat penggunaan handphone. Kelima aspek tersebut menjadi bahan refleksi bagi orang tua untuk melihat pengaruh penggunaan gawai terhadap keseharian anak.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama. Para orang tua diajak melihat kembali kebiasaan penggunaan handphone di dalam keluarga, mulai dari durasi penggunaan, aktivitas anak, pendampingan orang tua, hingga kegiatan yang berkurang akibat penggunaan gawai.

Salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah, “Layarnya sama, waktunya sama, tapi dampaknya bisa sangat berbeda.” Pesan tersebut mengajak orang tua memahami bahwa durasi penggunaan handphone bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Interaksi bersama orang tua, pendampingan, serta aktivitas yang dilakukan anak turut menentukan dampak penggunaan teknologi. Orang tua juga didorong menyediakan waktu bermain dan family time agar kebutuhan anak terhadap hiburan, interaksi, dan perhatian tetap terpenuhi.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 302 Vektara, Fardiana Fikria Qur’Any, M.Ud., turut mengajak orang tua untuk memperhatikan kembali waktu yang digunakan untuk berkomunikasi dengan anak. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kekompakan ayah serta ibu dalam mendampingi anak, termasuk memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk membangun kedekatan keluarga.

Melalui kegiatan ini, KKN Reguler Kelompok 302 Vektara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak orang tua untuk tidak hanya membatasi penggunaan handphone, tetapi juga meningkatkan kehadiran dan keterlibatan emosional dalam kehidupan anak. Di tengah perkembangan teknologi, kehadiran orang tua diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kesejahteraan anak.

Penulis: Audia Aini Syarofi
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-08-18 at 21.11.45