Jawab Persoalan Sampah di Desa Cimanggis, KKN 173 Citakarsa Gelar Sosialisasi Biopori dan Air Lindi
Cimanggis, Berita PPM Online — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 173 Citakarsa menggelar sosialisasi dan praktik pengolahan sampah organik melalui kegiatan bertema “Implementasi Biopori dan Air Lindi sebagai Solusi Ramah Lingkungan” di Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik.
Kegiatan diikuti sekitar 20 peserta dan turut dihadiri Ketua RT 01 Anih, Ketua RT 02 Karsono, Ketua RT 03 Ajum, serta ibu-ibu rumah tangga sebagai penghasil sampah dapur. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 173 Citakarsa mengajak masyarakat mengenal alternatif pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua RT 03, Ajum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN 173 Citakarsa. Ia berharap praktik pengolahan sampah yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Mari, kita sama-sama belajar terkait pengolahan sampah organik. Sebagian besar masyarakat setempat masih minim pemahaman terkait pengelolaan sampah yang benar selain dengan cara dibakar atau cara tradisional lainnya. Semoga apa yang dipraktikkan hari ini bisa bermanfaat dan diterapkan oleh warga ke depannya,” ujar Ajum.
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Qonita Lutfiah yang membahas mengenai air lindi. Dalam pemaparannya, Qonita menjelaskan pengertian air lindi, proses terbentuknya, serta pemanfaatannya sebagai salah satu alternatif pupuk cair dari hasil pengolahan sampah organik. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai potensi sampah organik rumah tangga yang masih dapat dimanfaatkan dan tidak harus berakhir dengan cara dibakar.
Setelah pemaparan mengenai air lindi, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan biopori yang disampaikan oleh Mikail Abdul Rozak. Ia menjelaskan fungsi biopori sebagai lubang resapan yang dapat membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah sekaligus menjadi media penguraian sampah organik. Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan biopori serta cara pemanfaatannya di lingkungan rumah tangga.
Pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan biopori bersama peserta sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang telah disampaikan. Mahasiswa sebelumnya telah menggali tanah sedalam 65–70 sentimeter di area TPQ Al-Inayah, kemudian memasukkan ember plastik yang telah dilubangi dengan menyisakan bagian tutup ember di permukaan tanah untuk memasukkan sampah dapur.
Warga tampak antusias mengikuti simulasi pembuatan biopori tersebut. Mahasiswa KKN 173 Citakarsa bersama warga mempraktikkan tahapan pemasangan biopori hingga selesai. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto bersama warga RW 09.
Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik tersebut, masyarakat RW 09 Desa Cimanggis diharapkan dapat menerapkan pemilahan serta pengolahan sampah organik dari rumah secara mandiri. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu menekan volume limbah rumah tangga yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) maupun lingkungan sekitar.
Dengan adanya penerapan biopori dan pengolahan air lindi, KKN 173 Citakarsa berharap masyarakat dapat semakin peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus membangun kebiasaan menjaga lingkungan. Komitmen bersama antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Desa Cimanggis yang lebih bersih, sehat, dan asri secara berkelanjutan.
Penulis: Tiara Nova Jesica dan Nadiah
Editor: Vanessa Nindi Utama

