Dorong Guru Adaptif di Era Digital, KKN 259 Arunaprakasa Gandeng PANDI.id Gelar Workshop
Sukabakti, BERITA PPM Online — Kelompok 259 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Arunaprakasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama PANDI.id menggelar rangkaian Workshop Digitalisasi Guru pada Jumat (7/8/2026) dan Rabu (19/8/2026). Kegiatan pertama berlangsung di Aula SMPN 1 Curug, sedangkan kegiatan kedua dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Sukabakti. Rangkaian workshop tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
Rangkaian Workshop Digitalisasi Guru merupakan salah satu program kerja KKN 259 Arunaprakasa yang berfokus pada peningkatan kemampuan tenaga pendidik dalam menggunakan teknologi digital. Melalui pelatihan dan pendampingan bersama PANDI.id, para guru diberikan kesempatan untuk mengenal serta mempraktikkan berbagai teknologi yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar.
Ketua Kelompok KKN 259 Arunaprakasa, Khairi Ikhwan Hanif, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk memberikan ruang kepada tenaga pendidik dalam mengenal dan mencoba teknologi secara langsung.
“Kami ingin memberikan ruang kepada para guru untuk mengenal dan mencoba secara langsung berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama Workshop dapat diterapkan dan dikembangkan kembali di lingkungan sekolah masing-masing,” ujar Khairi Ikhwan Hanif.
Pada kegiatan pertama yang berlangsung di Aula SMPN 1 Curug pada 7 Agustus 2026, workshop mengusung tema “Pendidik Adaptif, Generasi Inovatif: Akselerasi Digitalisasi Sekolah Masa Kini”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 33 peserta dari 48 peserta yang direncanakan.
Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pelatihan praktis mengenai pemanfaatan berbagai perangkat dan platform digital untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Tidak hanya menerima materi, peserta juga memperoleh pendampingan secara langsung agar dapat memahami sekaligus mempraktikkan teknologi yang diperkenalkan selama pelatihan.
Workshop juga menjadi ruang bagi para guru untuk berdiskusi dan mengeksplorasi strategi pembelajaran modern yang lebih adaptif terhadap karakteristik siswa di era digital. Kolaborasi dengan PANDI.id turut memberikan wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan domain dan identitas digital yang aman serta profesional di lingkungan pendidikan.
Perwakilan PANDI.id, Ary Musara, menilai pelatihan digital bagi guru diperlukan agar tenaga pendidik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengoptimalkan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan hanya mengenai penggunaan perangkat digital, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan siswa,” ujar Ary Musara.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada 19 Agustus 2026 di Aula Kantor Kelurahan Sukabakti dengan mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran”. Kegiatan kedua ditujukan bagi guru SDN Curug Wetan VI dan diikuti oleh 11 peserta dari 15 peserta yang direncanakan.
Pada kegiatan kedua, para guru kembali mendapatkan pendampingan untuk mengenali, memahami, dan mempraktikkan berbagai perangkat serta platform digital yang dapat digunakan dalam menyusun bahan ajar. Peserta juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah seorang guru peserta Workshop Digitalisasi Guru, Harry Jatmoko, mengungkapkan bahwa pendampingan secara langsung membantu dirinya memahami pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi kami dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Dengan adanya pendampingan secara langsung, kami menjadi lebih mudah memahami cara menggunakan teknologi yang sebelumnya belum terlalu familiar,” ucap Harry Jatmoko.
Dalam pelaksanaannya, rangkaian workshop masih menghadapi sejumlah kendala. Pada kegiatan pertama, kendala yang ditemukan antara lain koneksi internet yang kurang memadai, keterbatasan perangkat, serta perbedaan tingkat pemahaman teknologi di kalangan guru senior. Sementara itu, pada kegiatan kedua, tingkat partisipasi tenaga pendidik belum mencapai target yang ditetapkan. Dari 15 peserta yang direncanakan, hanya 11 guru yang mengikuti kegiatan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan transfer pengetahuan kepada seluruh tenaga pendidik. Sebagai tindak lanjut, guru yang telah mengikuti workshop disarankan melakukan knowledge sharing atau pengimbasan internal kepada rekan guru yang berhalangan hadir. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyebarluaskan materi dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada tenaga pendidik lainnya.
Melalui rangkaian Workshop Digitalisasi Guru, KKN 259 Arunaprakasa berharap peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi secara tepat diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penulis: Wardiani Dinda Lestari dan Agung Adri Suwendo
Editor: Annisa Khafi Rabbani


