Dünya Kur’an Okuyor, KKN 221 UIN Jakarta Perkuat Sistem BTQ untuk Bangun Generasi Qur’ani di Pasir Madang
Pasir Madang, BERITA PPM ONLINE - Al-Qur’an merupakan pedoman kehidupan yang perlu terus dikenalkan dan didekatkan kepada setiap generasi. Upaya membangun masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an tidak hanya dilakukan melalui kegiatan membaca, tetapi juga melalui penguatan sistem pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan. Semangat tersebut diwujudkan Kelompok 221 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Mengusung tema “Dünya Kur’an Okuyor: Membangun Generasi Qur’ani melalui Penguatan Sistem BTQ”, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, bekerja sama dengan Ayasofya Dakwah Center dan Hayrat Foundation Indonesia. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian Kelompok 221 dalam bidang pendidikan Al-Qur’an sekaligus upaya mendukung penguatan pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Program BTQ tersebut memperkenalkan JanjiQu (Jago Ngaji Qur’an), program di bawah naungan Hayrat Foundation Indonesia yang berfokus pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
Dalam pelaksanaannya, JanjiQu menggunakan buku Alif, Ba, Ta dan Qur’an Tawafuq sebagai media pembelajaran. Kedua media tersebut merupakan bagian dari wakaf melalui Hayrat Foundation Indonesia yang ditujukan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pada 11 Agustus 2026 melalui sosialisasi Program JanjiQu dan Qur’an Tawafuq di Pondok Pesantren Imadul Balagoh, Desa Pasir Madang. Kegiatan tersebut dihadiri para pengajar Al-Qur’an di wilayah setempat.
Dalam sosialisasi tersebut, Kelompok 221 memperkenalkan Hayrat Foundation Indonesia, Program JanjiQu, serta sistem pembelajaran yang digunakan. Para pengajar juga diperkenalkan dengan buku Alif, Ba, Ta dan Qur’an Tawafuq sebagai media pendukung pembelajaran Al-Qur’an di majelis masing-masing.
Kegiatan berlangsung dengan diskusi dan pertukaran pengalaman antara mahasiswa KKN 221 dan para pengajar. Para pengajar berbagi pengalaman mengenai kegiatan mengaji yang selama ini berjalan di masyarakat, sementara mahasiswa memperkenalkan alternatif sistem dan media pembelajaran yang dapat mendukung proses BTQ.
Sosialisasi kepada para pengajar menjadi salah satu tahapan penting untuk menjaga keberlanjutan program. Penguatan sistem BTQ tidak hanya bergantung pada kegiatan dalam waktu singkat, tetapi juga membutuhkan peran para pengajar yang secara konsisten mendampingi masyarakat dalam belajar Al-Qur’an.
Pada 12 Agustus 2026, rangkaian program dilanjutkan dengan implementasi wakaf Qur’an Tawafuq dan buku Alif, Ba, Ta di sejumlah majelis pengajian anak-anak di Desa Pasir Madang. Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilakukan bersama para pengajar sehari sebelumnya.
Pada tahap ini, Kelompok 221 berfokus pada penyaluran dan implementasi wakaf sebagai sarana pendukung pembelajaran BTQ. Qur’an Tawafuq dan buku Alif, Ba, Ta diserahkan kepada majelis-majelis pengajian yang menjadi bagian dari kegiatan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.
Wakaf tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para pengajar dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi dapat terus dirasakan oleh para pengajar dan anak-anak yang mengikuti kegiatan pengajian.
Melalui program “Dünya Kur’an Okuyor”, Kelompok 221 KKN UIN Jakarta bersama Ayasofya Dakwah Center dan Hayrat Foundation Indonesia berupaya memperkuat pendidikan Al-Qur’an melalui kolaborasi, penguatan media pembelajaran, serta dukungan terhadap para pengajar di Desa Pasir Madang.
Penguatan BTQ bukan sekadar kemampuan membaca huruf demi huruf dalam Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pintu awal untuk menumbuhkan kedekatan dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Keberadaan pengajar, media pembelajaran, dan sistem yang terarah menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun generasi Qur’ani.
Tema “Dünya Kur’an Okuyor” yang berarti “dunia membaca Al-Qur’an” membawa harapan agar aktivitas membaca Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui sosialisasi, pemberian wakaf, dan implementasi di majelis-majelis pengajian.
Pelaksanaan program BTQ selama dua hari menjadi salah satu langkah Kelompok 221 KKN UIN Jakarta dalam memberikan kontribusi bagi pendidikan Al-Qur’an di Desa Pasir Madang. Melalui dukungan kepada para pengajar serta penyediaan sarana pembelajaran, program ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari Desa Pasir Madang, semangat “Dünya Kur’an Okuyor” diharapkan terus hidup dan berkembang, menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sesuatu yang dibaca, tetapi juga dicintai, dipahami, dan kelak menjadi pedoman bagi generasi penerus.
Editor: Vanessa Nindi Utama
