Delegasi Mahasiswa UIN Jakarta dalam KKN Tematik Kolaborasi PTKIN Bekali TP PKK Desa Giyanti Keterampilan Public Speaking dan MC

Giyanti, Berita PPM Online — Delegasi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaborasi PTKIN, Rayhan Anugerah, menjadi narasumber dalam Workshop Public Speaking dan Master of Ceremony (MC) yang diselenggarakan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Dusun Lurakarsa, Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas komunikasi kader TP PKK agar lebih percaya diri dalam menjalankan berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Workshop yang mengusung tema "Berkomunikasi dengan Percaya Diri, Memimpin dengan Dampak" ini berlangsung di SD Negeri 4 Desa Giyanti dan diikuti sekitar 40 anggota TP PKK Dusun Lurakarsa. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Wilayah Dusun Lurakarsa dan Koordinator Desa KKN Kolaborasi Giya Kencana, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Rayhan Anugerah.
Dalam pemaparannya, Rayhan menjelaskan bahwa kemampuan public speaking merupakan salah satu keterampilan penting yang tidak hanya dibutuhkan dalam forum formal, tetapi juga dalam mendukung berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kemampuan berbicara dengan percaya diri menjadi modal bagi kader TP PKK untuk menyampaikan informasi, memimpin kegiatan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengawali materi dengan memperkenalkan konsep dasar public speaking dan Master of Ceremony (MC). Ia juga mengajak peserta mengenali berbagai hambatan yang kerap muncul saat berbicara di depan umum, seperti rasa takut dihakimi, kesulitan merangkai kata, kurang percaya diri, hingga demam panggung.
Untuk membantu peserta mengatasi hambatan tersebut, Rayhan memandu latihan pemanasan vokal dan senam wajah, di antaranya lion face, latihan lidah menyapu bibir, motor boat, serta pengucapan vokal AIUEO sebagai latihan artikulasi. Menurutnya, latihan sederhana tersebut dapat membantu meningkatkan kelenturan otot wajah sekaligus memperjelas pengucapan saat berbicara.
Selain itu, Rayhan menekankan tiga kunci utama dalam membangun kepercayaan diri, yaitu Preparation, Practice, dan Experience. Ia menjelaskan bahwa persiapan yang matang akan membuat seseorang lebih tenang ketika berbicara, latihan yang konsisten akan meningkatkan kualitas penyampaian, sedangkan pengalaman menjadi proses pembelajaran untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi.
Peserta juga dibekali teknik vokal yang meliputi pengaturan volume, intonasi, artikulasi, tempo, dan jeda, serta pentingnya penggunaan bahasa tubuh seperti kontak mata, senyum, gestur, dan postur tubuh agar penyampaian pesan menjadi lebih efektif. Di samping itu, Rayhan mengingatkan peserta untuk menghindari kebiasaan yang dapat mengurangi kualitas penyampaian, seperti terlalu sering menggunakan kata pengisi, menghindari kontak mata, berbicara terlalu cepat, berdiri kaku, kurang berlatih, maupun terlalu bergantung pada media presentasi.
Pada sesi Master of Ceremony, Rayhan menjelaskan bahwa seorang MC tidak hanya bertugas membacakan susunan acara, tetapi juga berperan sebagai pengendali jalannya kegiatan. Ia membagikan berbagai teknik dalam membuka acara, menghubungkan setiap sesi, menjaga interaksi dengan audiens, mengatur waktu, hingga menutup acara secara profesional.
Peserta juga memperoleh berbagai tips praktis, mulai dari memahami rundown, mengenali narasumber, menyiapkan improvisasi, menjaga intonasi dan artikulasi, menggunakan bahasa yang santun, hingga tetap tenang saat menghadapi situasi yang tidak terduga.
Sebagai bentuk penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang terdiri atas tiga tantangan, yaitu memperkenalkan diri selama satu menit, mendeskripsikan benda di sekitar peserta, dan membawakan naskah MC. Dalam sesi tersebut, Rayhan memberikan evaluasi dan masukan secara langsung sehingga peserta dapat memahami kelebihan serta aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam kemampuan berbicara di depan umum.
Melalui workshop ini, Rayhan Anugerah bersama KKN Kolaborasi Giya Kencana berharap peserta tidak hanya memahami konsep dasar public speaking dan Master of Ceremony, tetapi juga memiliki keberanian untuk menerapkannya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Keterampilan komunikasi yang baik diharapkan dapat mendukung peran TP PKK dalam menyampaikan informasi, memimpin kegiatan, serta membangun komunikasi yang lebih efektif di lingkungan Dusun Lurakarsa.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan TP PKK, KKN Tematik Kolaborasi PTKIN diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus memperkuat peran mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Penulis: Rayhan Anugerah
Editor: Vanessa Nindi Utama
