Dari Tunai ke Digital, KKN 180 Altasena Dampingi UMKM Desa Pabuaran Gunakan QRIS
Pabuaran, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 180 Altasena UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar program “Sosialisasi, Pendampingan, dan Pencetakan QRIS bagi UMKM” di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Program ini dilaksanakan melihat masih adanya pelaku UMKM di Desa Pabuaran yang belum familiar dengan pembayaran menggunakan QRIS. Bagi sebagian pelaku usaha, transaksi tunai masih menjadi pilihan utama sehingga pemanfaatan sistem pembayaran digital belum menjadi bagian dari kegiatan usaha sehari-hari.
Tidak hanya memberikan penjelasan, mahasiswa KKN 180 Altasena melakukan sosialisasi secara langsung dari satu UMKM ke UMKM lainnya. Anggota kelompok dibagi menjadi lima tim untuk mendata sekaligus menjangkau pelaku usaha di wilayah Desa Pabuaran.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperkenalkan QRIS kepada pemilik usaha, mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara penggunaannya sebagai metode pembayaran digital. Pendekatan secara langsung dilakukan agar pelaku UMKM dapat memperoleh pemahaman yang lebih mudah sesuai dengan kondisi usaha masing-masing.
Bagi pelaku usaha yang tertarik, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan QRIS menggunakan aplikasi DANA. Mahasiswa mendampingi proses tersebut secara bertahap sehingga pelaku UMKM tidak hanya mengetahui manfaat QRIS, tetapi juga dapat mencoba secara langsung proses pembuatannya.
Dari 13 pelaku UMKM yang mendapatkan sosialisasi, respons yang diberikan cukup beragam. Sebagian pelaku usaha tertarik untuk mencoba pembayaran digital, sementara sebagian lainnya masih memilih menggunakan transaksi tunai karena menganggap QRIS belum menjadi kebutuhan utama.
Keraguan terhadap sistem perbankan dan pembayaran digital serta belum sepenuhnya memahami cara kerja QRIS juga menjadi salah satu pertimbangan bagi beberapa pelaku usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses digitalisasi UMKM membutuhkan lebih dari sekadar pengenalan teknologi, tetapi juga pemahaman dan pendampingan agar pelaku usaha merasa lebih yakin untuk menggunakannya.
Dari 13 UMKM yang ditemui, sebanyak enam pelaku usaha akhirnya memilih melanjutkan ke tahap pembuatan QRIS. Mahasiswa KKN 180 Altasena kemudian memberikan pendampingan hingga proses pembuatan QRIS selesai.
Setelah QRIS berhasil dibuat, mahasiswa mencetak dan menyerahkannya kepada masing-masing pelaku usaha untuk dapat digunakan dalam transaksi di tempat usaha. Dengan demikian, pelaku UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan pembayaran tunai kini memiliki alternatif pembayaran digital yang dapat ditawarkan kepada pelanggan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa proses digitalisasi UMKM tidak selalu berlangsung dalam satu tahap. Bagi sebagian pelaku usaha, keputusan untuk menggunakan pembayaran digital membutuhkan pemahaman, kepercayaan, serta keberanian untuk mencoba sistem yang sebelumnya belum familiar.
Dalam hal ini, mahasiswa KKN 180 Altasena tidak hanya berperan dalam membantu proses teknis pembuatan QRIS, tetapi juga menjadi fasilitator yang menjembatani pelaku UMKM dengan perkembangan sistem pembayaran digital. Pendekatan langsung diharapkan dapat membuat proses pengenalan teknologi terasa lebih mudah bagi pelaku usaha.
Melalui program tersebut, KKN 180 Altasena turut mendorong pelaku UMKM Desa Pabuaran untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan transaksi di era digital. Enam QRIS yang berhasil dibuat menjadi salah satu langkah awal bagi pelaku usaha untuk memperluas pilihan pembayaran bagi pelanggan.
Meskipun jumlahnya masih terbatas, setiap QRIS yang berhasil dibuat diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang kompleks, tetapi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pelaku UMKM.
KKN 180 Altasena berharap pendampingan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Desa Pabuaran dalam menjalankan kegiatan usaha sehari-hari. Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat.
Dari uang tunai menuju satu kali pemindaian, program ini menjadi langkah kecil KKN 180 Altasena dalam memperkenalkan digitalisasi kepada pelaku UMKM. Melalui satu QRIS dan keberanian untuk mencoba, pelaku usaha Desa Pabuaran diharapkan dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan transaksi di era digital.
Penulis: Siti I'anatul Maesaroh
Editor: Annisa Khafi Rabbani
