Dari Sisa Dapur Jadi Kompos, KKN 261 Bakti Nayaka Edukasi Ibu-Ibu PKK Kelola Sampah Organik
Sepatan Timur, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 261 Bakti Nayaka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Pupuk Kompos bagi ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) tersebut menjadi upaya untuk mengenalkan pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Kegiatan dilatarbelakangi oleh masih adanya sisa sampah rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sisa sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan yang telah digunakan masih kerap dibuang, padahal bahan-bahan organik tersebut dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN 261 memberikan sosialisasi mengenai pupuk kompos. Materi yang disampaikan meliputi jenis sampah yang dapat digunakan, bahan-bahan yang diperlukan, serta tahapan dalam pembuatan pupuk kompos.
Penyampaian materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai cara memanfaatkan sampah organik yang tersedia di lingkungan rumah. Dengan pengetahuan tersebut, ibu-ibu PKK diharapkan dapat menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri.
Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk kompos. Mahasiswa KKN 261 menyiapkan wadah dan sejumlah bahan yang dibutuhkan, seperti sampah organik, tanah, serta larutan EM4 yang telah dicampurkan dengan air.
Para peserta kemudian mengikuti proses pembuatan kompos secara langsung. Proses diawali dengan memasukkan sisa sampah organik ke dalam wadah yang telah disiapkan. Setelah itu, peserta menambahkan tanah secukupnya dan mengulangi tahapan tersebut hingga wadah terisi sesuai kebutuhan.
Setelah seluruh bahan dimasukkan, larutan EM4 yang telah dicampur dengan air disiramkan secukupnya. Tahapan tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan sekaligus membantu proses penguraian bahan organik di dalam wadah kompos.
Mahasiswa KKN 261 turut mendampingi peserta selama praktik berlangsung. Pendampingan diberikan agar peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan dan mengetahui cara menangani bahan-bahan yang digunakan.
Peserta juga diberikan pemahaman bahwa pupuk kompos yang telah dibuat tidak dapat langsung digunakan. Kompos membutuhkan waktu untuk melalui proses penguraian. Selama proses tersebut, kondisi kompos perlu diperhatikan hingga bahan-bahan organik mengalami penguraian dan siap dimanfaatkan.
Melalui kegiatan ini, KKN 261 Bakti Nayaka mendorong masyarakat untuk mulai melihat sisa sampah organik rumah tangga sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan. Sisa sayuran, buah-buahan, dan bahan organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk kompos sebagai salah satu alternatif sederhana dalam mengurangi sampah.
Selain membantu mengurangi sampah rumah tangga, pemanfaatan kompos juga dapat menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman. Pengetahuan yang diperoleh melalui praktik diharapkan dapat diterapkan kembali oleh peserta dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar rumah.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi dan praktik. Ibu-ibu PKK diharapkan dapat melanjutkan pembuatan kompos secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari sehingga pengelolaan sampah organik dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat Desa Lebak Wangi.
Penulis: Siti Wardatul Jannah
Editor: Annisa Khafi Rabbani

