Dari QRIS hingga Google Maps, KKN 317 Arunika Sandyakala Perkuat Digitalisasi UMKM Tanjakan Mekar
Dari QRIS hingga Google Maps, KKN 317 Arunika Sandyakala Perkuat Digitalisasi UMKM Tanjakan Mekar

Screenshot 2026-09-03 151512

Tanjakan Mekar, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Arunika Sandyakala 317 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan program digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Program ini menjadi upaya mahasiswa dalam mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung transaksi, promosi, dan keberadaan usaha di ruang digital.

Program Digitalisasi UMKM tersebut dilaksanakan melalui sosialisasi dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman mengenai peluang digitalisasi, tetapi juga membantu pelaku UMKM menerapkan sejumlah teknologi yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Beberapa bentuk digitalisasi yang diperkenalkan meliputi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran nontunai, Google Maps untuk meningkatkan visibilitas lokasi usaha, serta pembuatan flyer, price list, dan pemanfaatan WhatsApp sebagai media promosi digital.

Pemanfaatan QRIS diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pembayaran yang dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan. Dengan sistem pembayaran digital, konsumen dapat melakukan transaksi secara praktis menggunakan perangkat yang mereka miliki, tanpa menghilangkan pilihan pembayaran tunai yang masih digunakan sebagian masyarakat.

Selain sistem pembayaran, mahasiswa KKN 317 juga membantu pelaku UMKM memanfaatkan Google Maps. Pencantuman lokasi usaha pada platform tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat, baik warga setempat maupun pendatang, menemukan produk dan usaha yang berada di sekitar mereka. Keberadaan usaha di ruang digital juga dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau calon pelanggan dari wilayah yang lebih luas.

Pendampingan turut dilakukan melalui pembuatan media promosi sederhana berupa flyer dan price list serta pemanfaatan WhatsApp. Media tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk sekaligus menyampaikan informasi mengenai harga kepada pelanggan. Desain flyer disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha agar dapat digunakan sebagai sarana promosi yang lebih menarik dan mudah dibagikan.

Sebelum memberikan pendampingan secara langsung, mahasiswa terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Tanjakan Mekar. Tahap awal dilakukan dengan mengundang pelaku UMKM ke balai desa untuk mendapatkan edukasi mengenai peluang digitalisasi usaha sekaligus mengisi formulir kebutuhan.

Melalui formulir tersebut, pelaku usaha dapat menentukan bentuk digitalisasi yang paling dibutuhkan, mulai dari pembuatan QRIS, Google Maps, hingga media promosi berupa flyer dan price list. Data yang terkumpul kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Setelah tahap pemetaan dan edukasi, mahasiswa KKN 317 melanjutkan pendampingan secara door to door pada 13 dan 15 Agustus 2026. Mahasiswa mendatangi pelaku usaha berdasarkan data yang telah dihimpun sebelumnya untuk memberikan edukasi sekaligus membantu proses digitalisasi secara langsung.

Pendekatan door to door memungkinkan mahasiswa melihat kondisi usaha secara langsung sehingga penerapan digitalisasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Mulai dari QRIS, Google Maps, hingga media promosi, setiap layanan digitalisasi disiapkan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan usaha.

Rangkaian program tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemetaan kebutuhan, sosialisasi, pengisian formulir, pengolahan data, hingga pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Tahapan tersebut dilakukan agar teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada pemberian informasi, tetapi dapat benar-benar diterapkan dan dimanfaatkan dalam kegiatan usaha.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut memberikan arahan dalam pelaksanaan program, khususnya agar digitalisasi yang diterapkan mudah digunakan oleh pelaku UMKM. Mahasiswa diarahkan untuk menyesuaikan bentuk pendampingan dengan kebutuhan masing-masing usaha sehingga hasil program dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Program Digitalisasi UMKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Arunika Sandyakala 317 dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi di era Masyarakat 5.0. Perpaduan antara sosialisasi dan praktik langsung diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami sekaligus menerapkan teknologi digital dalam kegiatan usaha mereka.

Melalui program tersebut, KKN Arunika Sandyakala 317 berharap digitalisasi yang telah diterapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Desa Tanjakan Mekar untuk mendukung transaksi, promosi, dan keberadaan usaha mereka di ruang digital, sehingga manfaat program tetap dapat dirasakan meskipun masa KKN telah berakhir.

Penulis: Annisa Komala dan Nurhaliza Putri
Editor: Annisa Khafi Rabbani

Screenshot 2026-09-03 151504