Dari Limbah Menjadi Berkah, KKN 103 Jyotirvidyakarsa UIN Jakarta Edukasi Ibu-Ibu Kademangan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun
Dari Limbah Menjadi Berkah, KKN 103 Jyotirvidyakarsa UIN Jakarta Edukasi Ibu-Ibu Kademangan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun

Kademangan, BERITA PPM ONLINE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 103 Jyotirvidyakarsa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring bagi ibu-ibu di Kelurahan Kademangan, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari program EcoScent tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memberikan keterampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KKN Kelompok 103 Jyotirvidyakarsa, Iqbal Kurnia, dan Sekretaris Kelurahan Kademangan, Muhammad Djupri, S.Kom., M.Ak. Keduanya menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme ibu-ibu Kelurahan Kademangan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Meliyani, guru kimia sekaligus pemilik usaha Pure Deo, yang hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Meliyani menjelaskan bahwa minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan apabila diolah dengan cara yang tepat. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring.

Edukasi tersebut mengajak peserta untuk mengubah cara pandang terhadap limbah. Minyak jelantah tidak harus berakhir sebagai buangan, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna sekaligus memiliki nilai ekonomis.

Setelah memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan minyak jelantah, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan sabun cuci piring dengan pendampingan narasumber dan tim KKN 103 Jyotirvidyakarsa. Sebelum praktik dimulai, peserta diberikan arahan mengenai keselamatan kerja dan diwajibkan menggunakan sarung tangan selama proses pembuatan sebagai bentuk perlindungan saat menggunakan bahan kimia.

Praktik diawali dengan penyaringan minyak jelantah untuk memisahkan sisa kotoran. Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan larutan bahan penyabun dengan memperhatikan takaran dan prosedur keselamatan. Minyak kemudian dicampurkan dengan larutan tersebut hingga membentuk pasta sabun.

Proses berikutnya dilakukan dengan pengenceran secara bertahap hingga diperoleh konsistensi sabun yang sesuai. Tingkat keasaman atau pH produk kemudian diperiksa sebelum sabun dikemas ke dalam botol.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan. Ibu-ibu peserta tidak hanya menyimak penjelasan narasumber, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan produk.

Melalui program EcoScent, KKN Kelompok 103 Jyotirvidyakarsa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berupaya menghadirkan edukasi yang tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang dapat diterapkan masyarakat. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi pembuangan limbah rumah tangga secara sembarangan.

Di sisi lain, keterampilan yang diperoleh peserta juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis. KKN 103 Jyotirvidyakarsa berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat Kelurahan Kademangan untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah sekaligus melihat potensi pemanfaatan bahan yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Melalui EcoScent, minyak jelantah tidak lagi sekadar dipandang sebagai limbah, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat.

Penulis: Meisya Aulia Aji dan Claresta Sukma Ramadhani
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-08-31 at 14.57.43