Dari India untuk Indonesia, Idea Facile Putri Temukan Makna Pendidikan sebagai Jembatan Budaya dalam KKN x Global Volunteer
Dari India untuk Indonesia, Idea Facile Putri Temukan Makna Pendidikan sebagai Jembatan Budaya dalam KKN x Global Volunteer

Jakarta, BERITA PPM Online - Menjadi satu-satunya orang Indonesia di sebuah sekolah di India memberikan pengalaman lintas budaya yang berkesan bagi Idea Facile Putri, mahasiswa Islamic Education UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengikuti KKN x Global Volunteer di India. Selain mengajar, Idea juga berkesempatan berinteraksi dengan siswa serta mengenal budaya dan lingkungan belajar yang berbeda.

Salah satu momen yang paling membekas bagi Idea terjadi ketika sekolah tempatnya menjalankan kegiatan turut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Para siswa menampilkan pertunjukan dan memainkan lagu kebangsaan Indonesia. Sebagai satu-satunya orang Indonesia di lingkungan tersebut, Idea merasa momen itu menjadi bentuk apresiasi budaya yang sangat berarti.

“When the school celebrated Indonesia's Independence Day with some performances from them and they played the national anthem, even though I was the only one from Indonesia, it became one of the most unforgettable moments for me,” ujar Idea.

Bagi Idea, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pertukaran budaya dapat berlangsung melalui hal-hal sederhana. Lagu, pertunjukan, dan perayaan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas suatu negara sekaligus membangun rasa ingin tahu terhadap budaya lain.

Di luar kegiatan tersebut, sebagian besar keseharian Idea selama program dihabiskan bersama para siswa. Mengajar menjadi salah satu aktivitas yang paling ia nikmati karena dapat melihat antusiasme siswa secara langsung. Menurutnya, para siswa memiliki rasa ingin tahu dan semangat yang tinggi ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

“I love to teach because the students are excited and they're so adorable,” ungkap Idea.

Antusiasme siswa tersebut, di sisi lain, menjadi tantangan tersendiri pada awal program. Pada hari pertama mengajar, para siswa justru lebih tertarik mengenal Idea secara pribadi dibandingkan mengikuti materi yang disampaikan. Kondisi tersebut membuat suasana kelas cukup sulit dikendalikan sekaligus menyadarkan Idea bahwa metode mengajar yang biasa digunakannya belum tentu dapat diterapkan dengan cara yang sama di lingkungan baru.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Idea mulai mengamati karakter setiap kelas. Ia mencoba memahami pola interaksi, hal-hal yang menarik perhatian siswa, serta perbedaan gaya belajar di setiap kelompok. Berdasarkan pengamatan tersebut, Idea kemudian menyesuaikan materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakter masing-masing kelas.

“The students were more curious about myself than the subject, so when I taught them on the first day, I couldn't handle the class. But now I identify each class's character and make different materials and strategies, so I can handle it now,” jelas Idea.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Idea bahwa menjadi seorang pengajar bukan hanya tentang menguasai materi. Seorang pengajar juga perlu mampu membaca situasi, memahami karakter siswa, dan menyesuaikan cara berkomunikasi agar materi dapat diterima dengan baik.

Kegiatan pendidikan di India juga menjadi ruang bagi Idea untuk belajar tentang dirinya sendiri. Berada di lingkungan baru mendorongnya keluar dari zona nyaman, terutama ketika harus berkomunikasi dan mengelola siswa dengan karakter serta gaya belajar yang beragam. Tantangan tersebut mendorongnya untuk mencoba berbagai pendekatan dan tidak terpaku pada satu cara dalam menyelesaikan persoalan.

Bagi Idea, pengalaman mengajar di India menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan pengetahuan. Ruang kelas dapat menjadi tempat bertemunya berbagai perspektif, kebiasaan, dan budaya. Melalui interaksi dengan para siswa, Idea dapat memperkenalkan sebagian dari Indonesia, sekaligus belajar memahami lingkungan India dari sudut pandang orang-orang yang ditemuinya setiap hari.

Pertukaran tersebut membuat proses belajar berjalan dua arah. Idea hadir sebagai pengajar, tetapi dalam prosesnya ia juga menjadi pembelajar yang menerima berbagai pengalaman baru dari siswa dan lingkungan di sekitarnya.

Ketika ditanya mengenai hal yang paling ingin dibawa pulang dari perjalanan KKN x Global Volunteer, Idea memilih pengalaman mengajarnya. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga mengajarkannya beradaptasi dengan budaya, lingkungan, dan karakter siswa yang berbeda.

“It's not only about delivering knowledge, but also learning to adapt to different cultures, environments, and students. Teaching at school in India challenged me to step out of my comfort zone, especially when communicating and managing students with different behaviors and learning styles.”

Dari pengalaman tersebut, Idea merasa menjadi lebih percaya diri dan terbuka terhadap berbagai perspektif. Ia juga semakin memahami bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya.

Pengalaman di India menunjukkan bahwa keberhasilan kegiatan volunteer tidak hanya dapat dilihat dari materi yang disampaikan. Hubungan yang terbangun di dalam kelas, rasa ingin tahu siswa, serta keberanian untuk beradaptasi dengan lingkungan baru juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Bagi Idea, KKN x Global Volunteer menjadi ruang untuk memahami bahwa menjadi seorang pendidik berarti bersedia untuk terus belajar. Setiap siswa memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda, setiap lingkungan memiliki tantangannya sendiri, dan setiap budaya memiliki perspektif yang dapat memperluas cara seseorang melihat dunia.

Dari ruang kelas di India, Idea tidak hanya berbagi pengetahuan kepada para siswa. Ia juga menemukan bahwa pendidikan dapat menjadi bahasa bersama yang mempertemukan dua budaya yang berbeda. Melalui pengalaman tersebut, ia membawa pulang bukan hanya pengalaman mengajar, tetapi juga kepercayaan diri, perspektif yang lebih terbuka, serta keyakinan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan antarkebudayaan.

Penulis: Yin Kalih Putih Islami
Editor: Vanessa Nindi Utama

WhatsApp Image 2026-09-18 at 20.00.49