Belajar Cek Fakta, KKN Abhipraya Dorong Siswa SMP Al Manar Jadi Generasi Melek Informasi
Cibeuteung Udik, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 184 Abhipraya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Anti-Hoaks dan Literasi Informasi bagi siswa SMP Al Manar, Desa Cibeuteung Udik, Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa dalam membekali generasi muda dengan kemampuan memilah dan memverifikasi informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Pemilihan tema literasi digital dan anti-hoaks dilatarbelakangi oleh tingginya interaksi pelajar dengan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan memperoleh dan membagikan informasi melalui berbagai platform digital perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar siswa tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Shilvy Maulani, mengatakan bahwa seminar tersebut ditujukan untuk mengajak siswa lebih bijak dalam menggunakan media sosial sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai informasi.
“Siswa-siswi di usia sekolah menengah sangat aktif menggunakan media sosial dan menerima derasnya arus informasi. Melalui seminar ini, kami ingin mengajak para siswa di SMP Al Manar agar lebih bijak, berpikir kritis, serta mampu membedakan mana informasi yang asli dan yang merupakan hoaks sebelum membagikannya,” ujar Shilvy saat diwawancarai pada Senin (24/8/2026).
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN Abhipraya menyampaikan materi mengenai ciri-ciri berita bohong, dampak negatif penyebaran hoaks, serta langkah sederhana untuk melakukan verifikasi fakta. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menerapkannya ketika menemukan informasi di internet.
Para siswa kemudian diajak menganalisis sejumlah contoh narasi yang beredar di internet. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk lebih teliti dalam melihat isi informasi dan tidak langsung mempercayai maupun membagikannya sebelum melakukan pengecekan.
Seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pendapat mengenai pengalaman mereka dalam menemukan informasi di media sosial.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan adanya kuis seputar literasi digital. Mahasiswa KKN memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Pendekatan tersebut membuat materi mengenai anti-hoaks dan literasi informasi dapat disampaikan dalam suasana yang lebih menyenangkan.
Pihak sekolah dan siswa-siswi SMP Al Manar menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama sesi diskusi, latihan menganalisis informasi, hingga kuis yang diberikan oleh mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, KKN Abhipraya berharap siswa SMP Al Manar tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu menjadi pengguna informasi yang kritis dan bertanggung jawab. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi diharapkan dapat membantu siswa menghindari penyebaran berita bohong yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Harapan kami, pengetahuan yang didapatkan hari ini bisa terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para siswa dapat menggunakan teknologi secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab,” tutup Shilvy.
Seminar Anti-Hoaks dan Literasi Informasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya berpikir kritis di kalangan pelajar. Dengan kemampuan memilah, memeriksa, dan memahami informasi secara tepat, siswa diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan positif.
Editor: Annisa Khafi Rabbani
