Bangun Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman, KKN 243 Swaraksha UIN Jakarta Edukasi Siswa SDN Pondok Jengkol tentang Bullying
Pagedangan, Berita PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 243 Swaraksha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Pondok Jengkol, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Saling Menghargai, Saling Menyayangi, Tanpa Bullying” tersebut bertujuan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan dipimpin oleh Aldi Ansor dan Mutiah Miftahul Jannah selaku pemateri. Dalam penyampaiannya, keduanya menekankan pentingnya pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan agar siswa dapat mengenali, mencegah, serta berani menyikapi tindakan bullying sejak dini.
Para siswa diperkenalkan dengan sejumlah bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Materi mencakup verbal bullying berupa celaan, makian, dan pemberian julukan yang menghina; physical bullying berupa tindakan kekerasan seperti memukul, menendang, atau merusak barang milik orang lain; serta perundungan sosial berupa tindakan mengucilkan atau memutus hubungan pertemanan.
Selain itu, pemateri juga menjelaskan mengenai cyber bullying yang dapat terjadi melalui media sosial maupun pesan digital. Para siswa diajak memahami bahwa perundungan tidak hanya berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa perkataan maupun tindakan yang berdampak pada kondisi emosional dan hubungan sosial seseorang.
Untuk membuat kegiatan lebih interaktif, pemateri mengajak sejumlah siswa berbagi pengalaman mengenai perundungan yang pernah mereka temui atau alami di lingkungan sekolah. Interaksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk menyampaikan pengalaman serta tidak membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekitar.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika mahasiswa KKN 243 Swaraksha menampilkan drama edukatif mengenai perundungan. Melalui seni peran tersebut, mahasiswa memperagakan situasi perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menggambarkan dampak emosional yang dapat dirasakan oleh korban.
Pertunjukan drama menjadi salah satu media edukasi yang membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Pesan mengenai pentingnya saling menghargai, menyayangi, dan menolak segala bentuk perundungan disampaikan melalui situasi yang dekat dengan kehidupan para siswa.
Melalui sosialisasi dan drama edukatif tersebut, mahasiswa KKN 243 Swaraksha berharap siswa SDN Pondok Jengkol dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga diharapkan mampu membangun sikap empati, saling membantu, serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Melalui edukasi yang dilakukan sejak dini, kesadaran siswa mengenai pentingnya menghargai sesama diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan sekolah.
Penulis: Muhammad Ulin Nuha
Editor: Vanessa Nindi Utama

