Awali KKN Nusantara, Delegasi UIN Jakarta Petakan Potensi dan Kebutuhan Masyarakat Desa Bojong Menteng

Lebak, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kelompok 1 mengawali rangkaian pengabdiannya dengan melaksanakan observasi lapangan dan silaturahmi bersama para Ketua RT di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memetakan kondisi riil masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja KKN yang berbasis kebutuhan, potensi lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
Observasi dilakukan dengan mengunjungi wilayah RT 01 hingga RT 18. Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Ivan Abid Nugroho selaku delegasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memimpin proses observasi dan wawancara bersama seluruh anggota Kelompok 1. Mahasiswa berdialog secara langsung dengan para Ketua RT untuk menggali informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Para Ketua RT menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN UIN Jakarta yang memilih Desa Bojong Menteng sebagai lokasi pengabdian. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan KKN melalui penyediaan data, informasi, serta pendampingan selama mahasiswa menjalankan berbagai program di tengah masyarakat.
Selain menyampaikan kondisi wilayah, para perangkat RT juga berharap kehadiran mahasiswa mampu menghadirkan inovasi dan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program-program yang disusun diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan warga secara langsung. Para Ketua RT juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga etika, menghormati adat istiadat serta budaya lokal, dan membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat selama masa pengabdian.
Ahmad Ivan Abid Nugroho menyampaikan bahwa observasi lapangan merupakan tahapan penting sebelum penyusunan program kerja. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan KKN sangat bergantung pada sejauh mana mahasiswa mampu memahami kondisi masyarakat secara utuh.
"Melalui observasi ini kami memperoleh banyak informasi mengenai potensi desa sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja yang aplikatif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan warga Desa Bojong Menteng," ujarnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ade Rina Farida, menjelaskan bahwa observasi lapangan merupakan tahapan strategis dalam pelaksanaan KKN karena menjadi dasar penyusunan program pengabdian yang tepat sasaran.
"PPM mendorong seluruh mahasiswa KKN untuk memulai pengabdian dengan mengenali karakteristik wilayah dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Program yang lahir dari hasil observasi akan lebih relevan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pemberdayaan yang berkelanjutan," jelas Ade Rina Farida.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Nusantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Nadya Kharima, M.Kesos. dan Hera Sa'diati, M.M., menilai bahwa observasi merupakan fondasi penting bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh data, tetapi juga membangun kedekatan sosial dengan masyarakat sebagai mitra dalam pelaksanaan program KKN.
Nadya Kharima menuturkan bahwa observasi membantu mahasiswa memahami karakteristik masyarakat secara lebih mendalam sehingga program yang dirancang memiliki relevansi dengan kondisi lapangan.
"Observasi menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik sosial, potensi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, program kerja yang disusun tidak bersifat seremonial, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi desa," ujarnya.
Senada dengan itu, Hera Sa'diati menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat sejak awal penugasan.
"Kami berharap mahasiswa mampu menjaga etika, menghormati kearifan lokal, serta terus membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kolaborasi yang baik akan menjadi modal utama dalam mewujudkan program-program pengabdian yang berdampak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Melalui kegiatan observasi dan silaturahmi ini, mahasiswa KKN Nusantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan partisipatif dalam setiap tahapan pengabdian. Hasil observasi yang diperoleh akan menjadi pijakan dalam menyusun program kerja yang berbasis data, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mendukung terwujudnya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Desa Bojong Menteng. PPM LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang erat antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.
Penulis: Ahmad Ivan Abid Nugroho
Editor: Muslikh

